FoSSEI Sumbagut komisariat aceh siap mengawal Muji dan Rusdi sampai Bebas

Laporan: Kiboo

Lhoksemawe – Forum bersama mahasiswa(FORBESMA)pada 25 Mei 2017 yang mengadvokasikan transfaransi dana desa dan cepat di realisasikan KEK Arun berujung di pengadilan, sampai saat ini belum ada titik temu antara ke dua belah pihak. Minggu (3/12/17)

Syahrul Ramadhan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar raniry selaku koordinator Komisariat Aceh Forum Silaturrahmi Study Ekonomi Islam (FoSSEI) Sumbagut saat di jumpai oleh awak media mengatakan ” Indonesia ini adalah negara hukum tapi kenapa hukum ini seolah-olah di permainkan, kedua mahasiswa Unimal Muji dan Rusdi yang menyuarakan Hak rakyat kini masih dalam proses Sidang yang berlarut walaupun sudah di terima penangguhan hukumannya oleh hakim,sedangkan masih banyak kasus-kasus lain seharusnya yang perlu di proses tapi kenapa tidak di proses?”.

Dalam undang-undang jelas di atur mengenai hak-hak kita selaku warga negara Indonesia termasuk hak menyampaikan aspirasi di muka umum tetapi kenapa dua sahabat mahasiswa yang menghibahkan dirinya untuk aceh utara Yang lebih bersih,amanah dan terbuka harus berujung di pengadilan dan berlarut sampai saat ini, apakah selembaran kaca kantor pemerintah daerah Aceh Utara sangat berharga di bandingkan transfaransi?(Tambah Syahrul)

Komisariat Aceh FoSSEI Sumbagut Sampai saat ini masih komitment dan solid untuk mengawal Proses Sidang kedua sahabat mahasiswa tersebut sampai mereka dinyatakan vonis Bebas. Mereka juga siap Mengawal permasalahan daerah yang belum terealisasi sampai saat ini seperti Pencairan Dana Desa Tahap 2 di Kabupaten Aceh Utara dan KEK Arun serta permasalahan lainnya yg masih banyak belum ada tranparans.

Editor:rdk

loading...
SHARE