Menpar Arief Yahya: Selamat 4 Pasar GenPI Zaman Now

Laporan: Sudarliadi Alisyahidar

ZONAMEDIA.CO | JAKARTA – Empat pasar GenPI (Generasi Pesona Indonesia) zaman now luar biasa, sukses. Pasar Karetan Kendal, Pasar Pancingan Lombok, Pasar Siti Nurbaya Padang dan Pasar Baba Boen Tjit Palembang berjalan sukses. “Selamat dan Sukses,” ucap Menpar Arief Yahya. Minggu (26/11/17)

Dua kata dasar itu seolah menjadi obat penawar lelah, atas kerja keras GenPI dalam “menernakkan” pasar ke banyak kota di tanah air. Menpar Arief meminta GenPI daerah lain bersiap-siap membuat event serupa, dalam bentuk pasar kreatif, pasar yang Instagramable, pasar yang menawarkan banyak atraksi spot selfie.

Pilon project Pasar Karetan yang digagas GenPI Jateng sudah menunjukkan konsistensi dalam 4 Minggu nonstop. Sampai Minggu ke-4 ini, 26 November 2017, pengunjung tetap ramai, heboh dan didominasi ibu-ibu yang membawa keluarganya. Bahkan ada yang bawa tikar sendiri, menyepi di sudut-sudut #RadjaPendapaCamp.

Pasar Pancingan Lombok, yang dibuat di Desa Wisata Hijau, Bilebante, Pringgerata Lombok Tengah itu sukses. Dibuka mulao Minggu pagi, 26 November 2017, dan dihadiri Kadispar NTB Lalu Faozal, yang turut memberi suntikan motivasi yang bagus buat komunitas GenPI.

“Hampir semua makanan dan jajanan yang dibuat masyarakat Desa Wisata habis! Dan masyarakat senang, pasar yang dibuat itu bisa mendatangkan pengunjung,” kata Jhe Ipul, Koordinator GenPI NTB di lokasi yang dulunya bekas galian C lembah dengan kedalaman 8 sd 17 m.

Endorser Gracia Indri yang hadir pada Minggu (26/11) di Pasar Pancingan Lombok menambah seru suasana. Gracia Indri sendiri juga memiliki bisnis toko kue Lenso di Manado yang juga ikut Co Branding Pesona Indonesia, beberapa waktu lalu.

Suasana heboh juga terdengar dari Tepian Sungai Musi, Palembang. Di Kota empek-empak ini GenPI Sumsel sukses mengajak netizen berwisata di Pasar Baba Boen Tjit, pasar yang dikreasi anak-anak muda Generasi Pesona Indonesia di sana.

Dari Tepian Musi itu, tiba-tiba nama Baba Boentjit meroket di dunia maya. Dan, PR-ing nya sukses menghadirkan orang ke rumah yang kini dihuni keturunan kedelapan dari Baba Ong Boen Tjit ini. Persisnya di Lorong Saudagar Yucing No. 55 RT 050 RW 002 Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1.

Ada banyak atraksi dan lomba, mulai tari kreasi khas peranakan Palembang, demo masak oleh chef Kukuh serta drama “Legenda Antu Banyu”. Juga workshop kerajinan Nipah dan aneka jajanan khas Palembang ala pasar. Seperti Srikaya, Pindang udang, Pindang Telur Gabus dan tentunya pempek khas Palembang.

“Terima kasih atas kehadirannya ke Pasar Baba Born Tjit, kami tunggu karya photo hunt dan tulisan blognya,” sapa Robby Sunata, Koordinator GenPI Sumsel, yang sukses menciptakan destinasi edukatif baru itu.

Pengunjung yang memilih jalur sungai menuju lokasi juga asyik. Naik perahu ketek (perahu kecil) dari dermaga Benteng Kuto Besak, Pasar Sekanak atau daerah Suro (Ulu Sungai Musi). Hanya sekitar 5 sampai 10 menit, tergantung titik awal keberangkatan perahu.

Dari lapangan bola Gunung Padang, Muaro Padang, Sumbar, sukses serupa juga dirasakan atas Pasar Siti Nurbaya. Aris Purnama, Ketua GenPI Sumbar melaporkan, acara yang dikemas dalam bentuk pasar itu langsung dipadati pengunjung.

Di Pasa Siti Nurbaya ini ada Festival Jajanan Minang, Permainan Anak Nagari, Kesenian Minang, lomba vlog Instagram dan Pasa Siti Nurbaya. Pasar ini menggunakan konsep pasar kuliner tradisional dengan makanan tempo dulu. Pengunjung akan dibawa bernostalgia ke zaman dahulu, zaman Siti Nurbaya memadu kasih dengan Syamsul Bahri.

“Silakan lihat di Instagram atau Facebook, kawan-kawan netizen membicarakan kehebohan pasar Siti Nurbaya,” ujar Aris, sambil mengajak netizen follow akun resmi pengelola pasar-pasar GenPI. Yakni @PasarSitiNurbaya @PasarPancingan @PasarBabaBoentjit @PasarKaretan @RadjaPendapa_

Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono menjelaskan pasar-pasar itu akan terus berkreasi, dengan selera anak muda zaman now. Yang instagrame friendly, yang menambah kekayaan dan pilihan orang dalam berakhir pekan. “Salam GenPI!” gass Don Kardono.

Menpar Arief Yahya menambahkan, dia selalu berpesan komunitas GenPI agar selalu inovatif dan selalu fresh dalam menyelenggarakan kegiatan aktivasi komunitas. Kenapa begitu? Karena karakteristik anak-anak milenial memang suka yang inovatif. Agar komunitas GenPI ini tetap relevan, sustainable, dan mampu menarik sebanyak mungkin followers dan friends maka setiap acaranya harus selalu mengandung unsur kebaruan.

Saya sering menyebutnya 2C, yaitu Creative Value dan Commercial Value. Pertama, creatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial, dari soal desain, angel, pemilihan kata, interaktif di medsos, sampai mengemas event. Kuncinya, harus selalu fresh dan kekinian.

Kedua, event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar. “Saya jelaskan ke anak-anak GenPI, dalam bisnis itu ada operational return dan non operational return. Di event seperti pasar-pasar itu, komposisinya 70-85% untuk masyarakat, 15-30% untuk menghidupi komunitas GenPI. Angka itu memang tidak terlalu besar bagi GenPI, yang besar justru di data customer di non operational returnnya,” tandasnya.

Menpar Arief yang juga doktor Strategic Menagement itu buru-buru mengingatkan bahwa dalam membangun bisnis itu ada 3S yang harus dibedah dulu. Size atau ukuran, Sustainability atau growth pertumbuhan, dan Spread, menguntungkan. (*)

Editor:rdk

loading...
SHARE