Tak diizinkan rekam proses sidang adjudikasi. Wartawan keluar dari ruangan

Laporan: Ridha Kiboo

ZONAMEDIA.CO | Lhokseumawe – Sejumlah wartawan meninggalkan ruang sidang adjudikasi penyelesaian sengketa proses pemilu dengan agenda pembuktian alat bukti dan saksi dari pihak Partai Nanggroe Aceh(PNA) atas nama Ardiansyah alias coco dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe, karena tidak diperbolehkan mengambil dokumentasi foto maupun video selama proses sidang berlangsung, Jumat 19 Oktober 2018.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris  Panwaslih Lhokseumawe saat membaca tata tertib sidang.

Kepala Sekretariat  Panwaslu kota Lhokseumawe Santi Setiawati  saat melihat awak media  sedang mengabadikan proses sidang adjudikasi sangketera tersebut, langsung meminta staf sekret untuk menegur para awak media.

Pihaknya  menegur salah seorang wartawan televisi yang sedang mengambil video. Sebelum sidang dimulai, panitia hanya memberikan waktu satu menit untuk mengambil dokumentasi kepada awak media.

“Waktu dokumentasi udah abis, selama sidang dilarang  mengambil foto atau video,” kata Sekretaris Panwaslih Lhokseumawe.

Salah seorang wartawan Televisi Muhammad Ilyas telah mencoba menjelaskan prosedur kerja jurnalis kepada panitia, namun pihak panitia tetap tidak mengindahkan penjelasannya.

“Beberapa dari kami dari wartawan televisi, durasi minimal videonya 3 menit, bagaimana bisa kami bikin berita cuma diberi waktu 1 menit untuk dokumentasi. Lagipun kami datang kesini karena undangan dari ketua Panwaslih  Zulkarnein langsung ” ucap Ilyas dengan nada kecewa.

Lebih lanjut dikatakan Ilyas,  tidak diberikan izin mengambil dokumentasi maka para jurnalis memilih meninggalkan ruang sidang.

“Untuk apa kami disini kalau tidak bisa bekerja, lebih baik kita keluar aja,” ucap Ilyas.

Editor:rdk

loading...
SHARE