Tiba di Mogadishu, Tim SOS Somalia Siap Sambut Kedatangan Kapal Kemanusiaan

MOGADISHU, Somalia – Ada 40 kontainer. Masing-masing kontainer memiliki berat sekira 25 ton. Jika dijumlah, berat keseluruhan 40 kontainer itu setara dengan 1000 ton, atau dikonversi ke dalam skala kilogram, setara dengan 1000.000 kilogram. Empat puluh kontainer itu berisi beras dari bulir-bulir terbaik yang dihimpun dari Kabupaten Bojonegoro dan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.

Beras yang dikapalkan dengan asa kemanusiaan. Sebuah diplomasi besar Bangsa ini, diplomasi yang membawa besarnya empati, untuk meredam kelaparan di Afrika.

Sebulan lebih perjalanan laut, lebih dari 7000 kilometer lintasan antar samudera yang harus ditempuh, dengan tiga kaliconnecting kapal di Pelabuhan Singapura, lalu menuju Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, kemudian berlanjut menuju destinasi terakhir Pelabuhan Mogadishu di Somalia.

Seperti di lansir ACTNews setelah lebih sebulan pelayaran, Kapal Kemanusiaan yang digagas oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan didukung oleh ribuan bahkan puluhan ribu masyarakat Indonesia ini bakal merapat sebentar lagi. Kalau tidak ada aral melintang,Kapal Kemanusiaan membawa 40 kontainer atau setara dengan 1000 ton beras dari Indonesia ini bakal menurunkan jangkarnya di Port of Mogadishu Somalia pada Tanggal 3 Juni 2017.

Dua hari sebelum Kapal Kemanusiaantiba dan merapat di Pelabuhan Mogadishu, ACT memboyong tim implementasi atau tim Simpathy of Solidarity (SOS) Somalia yang bakal mengawal kapal merapat di Mogadishu. Lalu sampai mengawal proses distribusi sejuta kilogram beras-beras itu ke keluarga-keluarga paling membutuhkan di pelosok Somalia, kamis (01/06/17).

Tim implementasi Kapal Kemanusiaan tiba di Bandara Internasional Aden Adde di Kota Mogadishu. Perjalanan panjang dan melelahkan ditempuh selama puluhan jam dari Ibukota Jakarta. Menyambung penerbangan di Istanbul, lalu berlanjut menumpang pesawat Turkish Airlines sampai ke Mogadishu.

Tim Implementasi Kapal Kemanusiaanpun memboyong serta Ahyudin,President Aksi Cepat Tanggap, juga Syuhelmaidi Syukur, Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap. Bahkan dengan inisiatif sendiri, ikut pula dalam rombongan Ken Narotama selaku Komisaris PT. Samudera Indonesia mengawal kedatangan Kapal Kemanusiaan hingga Mogadishu.

Perjalanan panjang Kapal Kemanusiaanhingga ke Mogadishu memang berkolaborasi penuh dengan PT. Samudera Indonesia, perusahaan logistik dan transportasi dengan pengalaman puluhan tahun dan jejaring luas antar benua.

Lewat pesan singkatnya yang dikirim selama perjalanan menuju Somalia, Ahyudin President ACT mengatakan bahwa krisis kemanusiaan bukan sekadar perbincangan statistik atau sekadar bahan pemberitaan, tapi lahan kepedulian yang perlu tindakan nyata mengatasinya.

“Kami meyakini, kehadiran beras dari masyarakat Indonesia yang diamanahkan melalui ACT, tiba di bulan mulia Ramadhan di Somalia, dan kehadiran ACT melakukan serah-terima dengan pemerintah Somalia, momentum edukasi bagi dunia. Seriuslah mengatasi krisis kemanusiaan di Somalia dan di bagian dunia manapun,” papar Ahyudin

Tiba di Mogadishu, rombongan Tim Implementasi Kapal Kemanusiaan pun mendapat sambutan ramah nan bersahabat dari perwakilan Pemerintahan Somalia. Bambang Triyono, Director of Global Humanity Response ACT yang ikut dalam rombongan menuturkan, sambutan sukacita datang sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Aden Adde.

“Kami disambut oleh Anggota Komite Nasional Bencana Kekeringan Somalia, lalu ulama terkemuka di Somalia, Wakil Menteri dari Kementerian Bencana (Kementerian yang baru saja dibentuk tahun ini), juga Chairman dari Rajo Foundation, mitra kami untuk distribusi 1000 ton beras di seluruh pelosok Somalia,” ungkap Bambang Triyono dalam sambungan teleponnya langsung dari Mogadishu.

Bambang Triyono pun menjelaskan, Pemerintah Somalia sendiri mengapresiasi ACT dan akan menerima langsung bantuan ini.

“Tak hanya itu, Komite Kekeringan dan Kelaparan yang dibentuk pemerintah Somalia, terdiri dari sejumlah institusi termasuk sejumlah lembaga sosial Somalia, diberi akses untuk berhubungan dengan ACT,” pungkas Bambang.

Sumber : ACTNews
Editor : ridha kibooo

loading...
SHARE