Komunikasi Pemasaran Berbasis Digital Tingkatkan Nilai Jual

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Potensi perikanan di Kota Lhokseumawe termasuk tinggi. Bahkan pada musim-musim tertentu, hasil tangkapan ikan oleh nelayan melimpah, terutama pada bulan-bulan tertentu dengan jenis ikan tertentu pula.

Jenis ikan-ikan yang mendominasi hasil tangkapan oleh nelayan Kota Lhokseumawe adalah jenis ikan tongkol, cakalang, teri dan juga berbagai jenis ikan kowe dan ikan layang.

Akan tetapi, menjadi sebuah kendala tatkala hasil tangkapan yang begitu banyak, namun tidak mampu diserap oleh pasar dan harganya jatuh. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan menjadi anjlok harganya dan tidak mampu memberikan nilai kontributif yang lebih kepada nelayan.

Seperti diungkapan oleh salah seorang pedagang di Pasar Ikan Lhokseumawe yang bernama Zakaria, apabila musim ikan tertentu seperti ikan tongkol atau cakalang, maka harga ikan lainnya juga menjadi anjlok. Terutama jenis ikan yang umumnya dikonsumsi oleh pasar domestik. Sedangkan jenis-jenis ikan yang dominan dikonsumsi oleh oleh konsumen terbatas dan bernilai ekspor, harganya tetap stabil.

Bahkan menurut data dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pusong, Lhokseumawe, menyebutkan sepanjang bulan Maret hingga awal April, hasil tangkapan ikan teri hampir mencapai 349 ton. Sedangkan jenis ikan tongkol lisong dalam kurun waktu yang sama juga mencapai 172 ton lebih. Artinya, dua jenis ikan tersebut merupakan jenis ikan hasil tangkapan dominan nelayan di Lhokseumawe.

Akan tetapi, melimpahnya hasil tangkapan nelayan tersebut,  tidak membawa arti besar terhadap kesejahteraan nelayan. Karena masalah utamanya adalah ketidakmampuan pasar dalam menyerap dan hanya terbatas pada pasar lokal dengan daya beli yang terbatas juga.

Inilah yang menjadi salah satu faktor persoalan tentang kendala didalam produksi ikan. Apalagi, sistem dan model pemasaran ikan masih berlangsung dan berlaku secara tradisional. Artinya masih dilakukan antar pasar tradisional secara regional dibeberapa wilayah dalam Provinsi Aceh.

Untuk jenis ikan tongkol dan sejenisnya, menjadi persoalan tersendiri jika hasil tangkapannya banyak. Akan tetapi hal itu berbeda dengan jenis ikan teri. Meski disaat hasil tangkapannya melimpah, akan tetapi daya serap pasar masih bisa menampung jenis ikan tersebut untuk diolah menjadi produk lain. Yakni diolah menjadi teri kering atau dalam bahasa lokal disebut dengan “ Kareeng”. Sedangkan ikan tongkol, hanya mampu diolah menjadi ikan kayu atau yang dikenal dalam bahasa Aceh “Keumamah”.

Melirik pemasaran jenis ika teri kering sedikit mengalmai kemajuan. Dimana teri tering yang berasal dari kota Lhokseumawe memiliki kualitas bagus dan diminati pasar. Baik pasar lokal di Aceh maupun pasar di kota-kota lainnya di Pulau Sumatera.

Seperti diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Perindustrian Perdangangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe Karimuddin, yang mengatakan bahwa komoditas Teri kering merupakan produk unggulan perikanan dari Kota Lhokseumawe, yang banyak dipasok kesejumlah daerah di Indonesia.

Dimana menurutnya, Teri kering yang merupakan hasil olahan dari ikan teri tersebut,  banyak terdapat disekitar perairan Lhokseumawe- Aceh Utara (Selat Malaka). Bahkan pada bulan-bulan tertentu hasil tangkapannya melimpah.

Lanjutnya, tangkapan teri banyak terjadi sekitar bulan Februari hingga Mei, sedangkan tangkapan teri mencapai puncak pada bulan April.  Sedangkan pada bulan-bulan lainnya, hasilnya tidak sebesar pada bulan April.

Sedangkan mengenai pengolahan hasilnya,  ikan teri tersebut diolah sepenuhnya oleh nelayan atau  pengrajin ikan asin di Lhokseumawe, selanjutnya apabila sudah menjadi teri kering, baru dipacking dan selanjutnya dikirim kesejumlah kota-kota besar baik di Aceh maupun di luar Aceh.

Dari data Disperindagkop Kota Lhokseumawe, terdapat 20 unit usaha pengolahan produk perikanan di Kota Lhokseumawe. Dimana pada umumnya jenis pengolahan ikan adalah usaha penggaraman dan pengeringan ikan menjadi komoditas ikan asin dan sejenisnya. Sedangkan produk olahan lainnya adalah bakso ikan, empek-empek dan ikan kayu.

Sedangkan model pemasaran sebagaimana disebutkan diatas masih sangat dominan dilakukan secara konvesional dari pasar kepasar melalui jasa Mugee (pedagang keliling dengan sepeda motor) dan juga dipasok dalam jumlah besar ke sejumlah pasar tradisional didaerah lain.

Sementara pengunaan teknologi informasi dengan menggunakan aplikasi tertentu didalam memasarkan produk perikanan tersebut masih sangat minim pengunaannya. Meskipun ada yang menggunakan jasa media informasi, akan tetapi masih terbatas pada jenis media sosial dan belum ada aplikasi marketing khusus didalam memasarkan produk-produk perikanan tersebut.

Dari beberapa pelaku usaha produksi perikanan di Kota Lhokseumawe, ada juga memasarkan produksi perikanannya melalui media sosial. Seperti Facebook, Whatshapp dan juga instagram. Akan tetapi jumlahnya masing sangat sedikit.

Mengenai jenis komoditi produk perikanan yang dipasarkan melalui jejaring media sosial tersebut adalah pada jenis produksi ikan olahan. Diantara beberapa varian produk olahan perikanan antara lain, bakso ikan, udang tumis, ikan kayu tumis dan ikan teri krispi. Sedangkan untuk jenis produk perikanan mentah, belum ada yang memasarkannya dengan menggunakan informasi digital dan masih terbatas pada jenis pemasaran konvensional.

Pengusaha

Salah seorang pengusaha muda yang bergerak pada berbagai sektor hasil bumi Azhari Vinca Rosea, mengenai potensi produk perikanan di Kota Lhokseumawe mengatakan, bahwa potensi ikan dengan berbagai jenis untuk komoditi ekspor sangat mencerahkan di Kota Lhokseumawe. karena banyak jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Kota Lhokseumawe, memiliki nilai ekspor. Selain itu, hasil ikan tangkap, beberapa jenis ikan budidaya yang dilakukan oleh petani keramba di LHokseumawe juga memiliki nilai ekspor.

Sebutnya, beberapa jenis ikan yang memiliki nilai ekspor saat ini antara lain, Kerapu, Tuna, Cakalang, ikan kambing-kambing, kepiting ranjungan dan beberapa jenis ikan karang lainnya.  Berbagai jenis ikan dimaksud, sebagian besarnya merupakan hasil tangkapan nelayan dan khusus untuk kerapu adalah hasil budidaya petani keramba yang ada disepanjang aliran Sungai Krueng Cunda.

Lebih lanjut dikatakan olehnya,  untuk perolehan ikan-ikan jenis dimaksud, hampir setiap saat ada, hanya saja jumlahnya tidak stabil dan naik turun serta tergantung musim. Apabila sedang musim jenis ikan tertentu, hasilnya melimpah. Sementara untuk jumlah besar diantara berbagai jenis ikan ekspor tersebut adalah jenis ikan cakalang dan tuna. Sedangkan ikan kerapu bila sedang panen.

Karena menurut pengusaha muda ini,  secara geografis Kota Lhokseumawe sebagian besarnya terdiri dari pesisir pantai serta didukung oleh kondisi wilayah yang menguntungkan dari berbagai produk dari sektor perikanan.

Sehingga sudah selayaknya dengan potensi dimaksud, dapat digarap semaksimal sebagai upaya untuk meningkatkan serta akan memberi nilai tambah terhadap pendapatan masyarakat.

Lanjutnya, seperti diketahui, semua kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe, memiliki wilayah desa yang bersentuhan langsung dengan wilayah perairan. Sebagian diantaranya ada yang langsung berbatasan dengan laut, dan sebagian lainnya juga memiliki areal pertambakan.

Untuk Kecamatan Banda Sakti, beberapa desa langsung berada dipinggir pantai, sehingga potensi berbagai produk perikanan dapat dikembangkan. Apakah pengolahan ikan, pembudidayaan ikan dalam keramba dan juga lain sebagainya.

Dimana, hasil ikan olahan seperti Teri asin dan ikan asin, hasil produksi nelayan di Lhokseumawe, banyak yang dipasok kedaerah lain di Sumatera. Seperti ke Provinsi Sumatera Barat, Riau dan lain-lainnya.

Begitu juga dengan wilayah kecamatan lainnya, juga memiliki areal pertambakan yang dapat dimanfaatkan dengan berbagai produk budidaya perikanan dan juga lain sebagainya. Untuk jenis ikan budidayan saja, yang dikembangkan di kawasan aliran sungai Krueng Cunda, memiliki prospek bagus dipasaran, terang Azhari.

Namun sebagaimana diungkapkan oleh Azhari, semua hasil produksi dan jasa tetap bermuara pada pemasaran. Sangat diharapkan pemasaran menjadi prioritas utama tentang bagaimana kiat-kiat pemasaran yang baik dan yang paling penting adalah sarana pemasaran juga ikut memainkan peran.

Disini menurutnya, dapat dipahami bahwa sarana pemasaran yang efektif adalah yang cepat, tepat dan jelas. Apalagi dimasa era teknologi digital saat sekarang, kehadiran sarana berbasis informasi digital bukan lagi hal baru didalam dunia bisnis akan tetapi sudah menjadi bagian penting didalam transaksi bisnis karena dengan kemudahan yang ada dan juga sebagian besar manusia sudah memakai gadget yang terhubung dengan berbagai akses informasi dan kebutuhan lainnya.

Akademisi

Sementara itu, Kamaruddin Hasan (Ketua Prodi Komunikasi Unimal) mengatakan, bahwa didalam upaya meningkatkan daya saing dan juga nilai tambah terhadap produk  perikanan di Kota Lhokseumawe, harus dilakukan upaya komprehensif sebagai sebuah solusi didalam memakmurkan  dan memberi nilai tambah bagi nelayan serta pelaku usaha produk perikanan lainya agar lebih meningkat lagi taraf hidupnya.

Salah satu solusinya adalah dengan meningkatkan pemasaran hasil perikanan, keluatan dan pertanian pangan. Solusi tersebut harus didukung oleh potensi kota Lhokseumawe sebagai kota perdagangan dan jasa  terutama hasil perikanan, kelautan dan pertanian pangan perlu dikembangan secara maksimal, termasuk dalam strategi pemasaran.

Selain meningkatkan kuantitas dan kualitas produk dan jasa hasil perikanan, kelautan dan pertanian pangan juga penguatan dalam bidang pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu poin penting dalam keberhasilan penjualan suatu produk dan jasa.

Menurut Kamaruddin,  untuk merealisasi optimalisasi pemasaran produk perikanan tersebut,  ke depan diharapkan perlu adanya Aplikasi Online dgn  Tehnologi Komunikasi, integrated marketing communication (IMC), Bauran Pemasaran, Analisis SWOT dengan perspektif inokulasi untuk membedah kemampuan literasi dalam menggunakan new media untuk kepentingan pemasaran hasil perikanan, kelautan dan pertanian pangan di Kota Lhokseumawe.

Jadi disini dapat dipahami, bahwa kehadiran teknologi informasi yang berbasis digital menjadi alah satu bagian penting didalam pemasaran berbagai produk usaha yang dilakukan, karena akan lebih cepat menjangkau konsumen dan juga efesien dari segi biaya, waktu dan lain sebagainya bila dibandingkan dengan cara-cara pemasaran konvesional. (Muchlis)

SHARE