Melihat Pelayanan BPJS Kesehatan Lhokseumawe Berbasis Digital

 “Begitu Dekat dan Mudah”

Suasana pelayanan dimasa Pandemi Covid-19, kepada peserta BPJS Kesehatan pada salah satu klinik kesehatan mitra BPJS Kesehatan di Lhokseumawe, Sabtu (21/8/2021). (Foto: Muchlis)

Layanan berbasis digital merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan didalam memberikan pelayanan  kepada peserta agar dapat terlayani  dengan baik, apalagi dimasa pandemi Covid-19 yang mengharuskan untuk mengurangi aktivitas tatap muka.

BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan sosial dibidang kesehatan, sebagaimana amanah UU No. 24 Tahun 2011 memiliki kewajiban memberikan jaminan sosial dibidang kesehatan sebagai kebutuhan dasar hidup yang layak bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan amanah tersebut, BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam memberikan  pelayanan yang baik dan semakin menjangkau. Salah satu inovasi yang dilakukan oleh BPJS adalah dengan mengoptimalkan pelayanan berbasis digital, dengan memperbaharui fitur-fitur layanan yang semakin membuat jarak antara BPJS Kesehatan dan peserta semakin dekat dan mudah.

Optimalisasi layanan berbasis digital, dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang, menjadi syarat mutlak, baik sebagai upaya untuk menghadirkan kepuasan layanan bagi peserta dan juga sebagai salah satu upaya preventif penyebaran virus tersebut melalui tatap muka.

Melalui layanan berbasis digital dimasa pandemi covid-19, langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. karena jatuh sakit pada masa pandemi virus berbahaya tersebut menjadi momok tersendiri.

Kemudahan layanan digital oleh BPJS Kesehatan ini dirasakan langsung oleh salah seorang peserta warga Lhokseumawe yang bernama Bayu Al Agshar (30), didalam mengakses pelayanan administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), tanpa terikat ruang dan waktu.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Pasar Induk Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh ini merasa sangat terbantu dengan kemudahan layanan BPJS Kesehatan tersebut secara digitalisasi.

Sebagai peserta yang terdaftar di segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas II, Bayu menggunakan menu-menu yang berkaitan dengan administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan, juga termasuk masalah iuran. Bahkan melalui handphone yang sudah terpasang aplikasi Mobile JKN tersebut, dapat langsung berobat dengan memperlihatkannya kepada petugas saat lupa membawa kartu fisik BPJS Kesehatan.

Merasakan kemudahan melalui layanan berbasis digital ini, dirinya juga menyarankan anggota keluarganya yang lain untuk mengunduh dan menginstal aplikasi Mobile JKN agar dapat menikmati berbagai fitur digital yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.

Dimana salah satu fitur layanan berbasis digital tersebut yang dianggapnya sangat membantu disaat keadaan genting adalah pada salah satu fitur aplikasi Mobile JKN tentang pengecekan lokasi faskes (fasilitas kesehatan) terdekat. Sehingga dapat segera mendapat perawatan disaat-saat darurat.

Tak hanya sampai disitu, menurut salah seorang peserta BPJS Kesehatan lainnya di Lhokseumawe yakni salah seorang ibu rumah tangga yang bernama Rina Apriyana (34), yang mengatakan sangat terbantu dengan inovasi layanan berbasis digital yang dilakukan oleh penyelenggara jaminan kesehatan tersebut, salah satunya adalah fitur Ubah Data Peserta dalam aplikasi Mobile JKN.

Seperti disebutkan olehnya ditengah pandemi Covid-19, kegiatan diluar rumah praktis berkurang,  membuat diri dan anak-anaknya membatasi diri beraktifitas diluar rumah. Oleh karena ibu dua orang anak ini merasa terbantu dengan layanan berbasis digital. Tanpa harus bertemu dan bertatap muka dengan petugas BPJS Kesehatan, namun dapat melakukan pengurusan berbagai administrasi Program JKN-KIS seperti perubahan tempat berobat (fasilitas kesehatan) dan lain sebagainya melalui Mobile JKN.

Menurutnya, untuk pindah faskes tidak perlu ribet dan dapat dilakukan melalui aplikasi mobile JKN yang ada di handphone, sehingga tidak perlu harus  datang ke kantor BPJS Kesehatan. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang, ruang gerak terbatasi karena upaya preventif penyebaran pandemi virus corona tersebut.

Bahkan untuk berobat, cukup menunjukkan kartu digital yang ada di aplikasi Mobile JKN, maka akan langsung dilayani oleh petugas medis yang ada di faskes.

Saat ditanya tentang pengalaman dirinya mendapat pelayanan yang diberikan mitra BPJS Kesehatan. Ibu rumah tangga ini mengaku sangat puas dengan pelayanan yang ada. Bahkan katanya, dengan kartu JKN-KIS berbagai perawatan medis keluarganya dengan mmudah dan bagus dilayani serta tidak berbeda dengan pasien yang berbayar.

Merasakan manfaat JKN-KIS yang dapat di akses melalui aplikasi Mobile JKN, dirinya juga menyarankan kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya, untuk mengunduh aplikasi tersebut, karena sangat terasa manfaatnya yang begitu mudah dan nyata.

Aplikasi Mobile JKN merupakan aplikasi yang dibuat oleh BPJS Kesehatan untuk simplifikasi dan kemudahan layanan administrasi peserta Program JKN-KIS. Hanya dengan mengunduh dan menginstalnya secara gratis di PlayStore dan AppStore, berbagai urusan administrasi JKN-KIS bisa dilakukan melalui smartphone tanpa harus datang ke kantor operasional BPJS Kesehatan.

Adapun fitur layanan administrasi JKN-KIS yang tersedia antara lain perubahan data peserta, kartu identitas digital, informasi iuran dan riwayat pembayaran, layanan informasi dan pengaduan keluhan, pengambilan nomor antrian layanan secara online, pengecekan ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara realtime, serta juga tersedia fitur skrining riwayat kesehatan dan skrining mandiri Covid-19 yang dapat dilakukan untuk memantau status kesehatan masing-masing peserta.

Terkait pelayanan dimasa Pandemi Covid-19  dan juga yang pelayanan berbasis digital diberikan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Salah satu  faskes mitra BPJS Kesehatan Lhokseumawe, melakukan langkah-langkah  pelayanan yang dianjurkan oleh BPJS Kesehatan.

Azhari, pemilik salah satu Faskes di Kota Lhokseumawe yang menjadi mitra BPJS Kesehatan mengatakan, bahwa pihaknya  didalam memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan dimasa pandemi Covid-19 mengikuti perkembangan sebagaimana dianjurkan oleh BPJS Kesehatan.

Seperti tele-consultation, dimana pasien dapat berkomunikasi tentang keluhan penyakitnya dengan dokter yang ada di faskes, tanpa harus bertemu diklinik serta dapat dilakukan dirumah atau dimana saja oleh pasien.

“ Hal ini merupakan salah satu kemudahan terhadap pelayanan yang diberikan kepada peserta BPJS Kesehatan  dimasa pandemi Covid-19, sebagai upaya untuk meminimalisir kontak langsung,” ungkap Azhari.

Untuk memastikan pelayanan terbaik kepada peserta BPJS Kesehatan, termasuk pelayanan berbasis digital. BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe melakukan pemantauan pelayanan kepada peserta.

Salah satu cara yang dilakukan didalam memantau optimalisasi pelayanan dimaksud adalah melalui saluran telepon yang ditujukan kepada para peserta yang sudah selesai mendapat pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas dan klinik setempat.

Seperti disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe melalui Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, Muhammad Iqbal, yang  menerangkan, bahwa selain untuk memastikan layanan yang diberikan faskes sesuai dengan aturan yang berlaku, pemantauan layanan juga bertujuan untuk memastikan kualitas layanan yang diterima peserta Proram Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (Program JKN-KIS) di tingkat pertama.

Lebih lanjut Iqbal menuturkan, bahwa wawancara pasien melalui telepon tersebut juga dilakukan untuk mengevaluasi dan memvalidasi semua jenis rawatan yang diberikan FKTP kepada peserta Program JKN-KIS.  Baik dari sisi bagaimana pelayanan yang diberikan, kenyamanan pasien, keramahan petugas dan lain sebagainya.

Iqbal pun menjelaskan bahwa hasil wawancara dengan pasien tersebut digunakan sebagai bahan umpan balik layanan yang disampaikan langsung kepada penanggung jawab faskes untuk menjadi masukan dalam hal perbaikan kualitas layanan BPJS Kesehatan. (Muchlis)

 

SHARE