Peran Perempuan Dimasa Pandemi

Khoirunnisa
Mahasiswa Antropologi Unimal

Sampai saat ini covid-19 masih mewabah keseluruh Indonesia dengan ditunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien. Inilah tantangan besar bagi perempuan untuk tangguh sejak adanya physical distancing hingga pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dituntut memberikan ketahanan keluarga yang kuat. Sosok perempuan dalam keluarga memiliki peran yang sangat penting. Dimana pendidikan paling utama dari lingkungan keluarga dimainkan perannya oleh seorang ibu. Ibu melahirkan generasi yang cerdas sebahgai generasi penerus bangsa. Pendidikan yang diberikan bisa berupa pendidikan agama, fisik, psikologi, sosial dan seksual. Situasi pandemik covid ini membutuhkan peran perempuan yang tangguh dalam menghadapi perubahan-perubahan perilaku dalam kebiasaan keluarga melaui pendidikan.
Tanpa menyampingkan peran laki-laki , ditangan perempuanlah keberhasilan pendidikan anak-anak disetiap perubahan perilaku.

Langkah awal perempuan dalam menghadapi pandemic ini dengan menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat (GEMAS). Menurut Permenkes No. 74 Tahun 2015 ada tiga strategi yaitu pertama pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam rangka menciptakan kesadaran, kemauan, serta kemampuan individu, keluarga dan kelompok masyarakat. kedua advokasi, dilakukan dalam rangka mendapatkan dukungan dalam bentuk kebijakan dan sumber daya yang diperlukan. Ketiga kemitraan, dilakukan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan advokasi dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan. Peran Germas pada masa pandemik ini dilakukan oleh seorang permpuan yang sejak dini dalam lingkup kecil lebih dahulu pada keluarga sebagai peran istri bahkan seorang ibu.

Begitu komplesk ketangguhan perempuan dimasa pandemic Covid-19 , perempuan dalam keluarga tetap harus memenuhi kebutuhan disetiap kondisi termasuk kondisi pandemik Covid-19. Sebagai seorang istri maupun seorang ibu, perempuan harus memenuhi 3 kebutuhan yaitu pertama kebutuhan fisik, ibu harus membuat rumah sebagai tempat tinggal yang nyaman selama masa pandemik Covid-19. Dalam situsi kritis ditambah persoalan diskriminasi gender yang belum selesai, perempuan menjadi kelompok yang sangat rentan.kerentanan tersebut karena perempuan juga mengalami mengandung dan melahirkan. Dengan begitu mereka membutuhkan berupa pengetahuan, informasi dan serta dukungan. Sehingga ketika hamil, melahirkan dan menyusui si ibu dapat selamat. Pandemi Covid-19 menjadi ajang pembuktian peran bagi perempuan dalam menyikapi ketidak pastian.

Tidak terlepas dari itu saja, perempuan yang berasal dari kalangan masyarakat kecil sekalipun ikut berperan dimasa pandemik. Meski diskriminasi terhadap perempuan kerap kali menyembunyikan potensi dan peran perempuan ditengah masyarakat. Nyatanya, situasi pandemik yang melanda dunia saat ini mampu membuktikan bahwa adanya peran penting perempuan dalam menghadapi situasi yang tidak menentu ini. Dimasa pandemik sekarang ini perempuan dalam perannya sebagai istri mengambil alih keungan dan mencari alternative pendapatan bagi keluarga.

Perempuan menjadi lebih kreatif, banyak yang membuat masker, membuat makanan, kemudian menjualnya untuk menghidupi keluarga. Selain didalam keluarga , perempuan disituasi pandemik juga terlihat peran perempuan dalam konteks yang jauh lebih besar seperti sebuah Negara . sebuah artikel dimajalah Forbes menyebutkan ada tujuh Negara dengan respon terbaik menghadapi pandemic covid-19 adalah dengan Negara dengan pemimpin perempuan.

Pandemik pada akhirnya menjadi moment bagi para perempuan untuk sepenuhnya berdikari dan membuktikan kemampuan diri, disamping diskriminasi yang masih terus terjadi. Upaya penghapusan diskriminasi terhadap perempuan merupakan kerja kolektif antara laiki-laki dan perempuan. Kerena itu , keduanya harus saling dukung untuk memaksimalkan peran perempuan diberbagai sendi kehidupan.

Perempuan juga berperan sebagai tenaga kesehatan yang memiliki peran ganda , disisi lain sebagai istri atau ibu. Data menunjukkan 70 persen tenga medis diseluruh dunia seperti dokter dan perawat adalah perempuan. Ibu pula yang bertugas untuk mengigatkan memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan terkhusus untuk para anggota keluarganya. Ibu dengan anak usia sekolah harus mendampingi anak-anak mereka untuk belajar dirumah. Selain berperan tenaga kesehatan dan keluarga , perempuan juga bergerak dibidang menyediakan kebutuhan selama Covid-19. Termasuk menyediakan makanan yang seimbang dan bergizi untuk para tenaga kesehatan maupun bagi mereka yang tidak bisa keluar rumah. Banyak dari perempuan yang membuat masker, handsanitizer , menyediakan makanan untuk anak kos yang tidak bisa pulang.
Disisi lain sejumlah perempuan di Indonesia juga masih mendapatkan kendala. Dimana kendala itu meliputi pelecehan seksual hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dengan adanya tulisan ini diharapkan agar perlindungan semakin ditingkatkan terhdap perempuan yang memiliki peran strategis untuk memejukan negeri ini dan utamanya pada masa pandemik ini. serta tulisan ini juga kepada pembaca agar dapat mengapresiasi permpuan-perempuan yang berjasa pada masa pandemik ini. Karna peran yang diberikan apalagi untuk kepentingan bersama , baik kecil maupun besar pada dasarnya semuanya berarti. Jadi pesan kepada seluruh perempuan di Indonesia teruslah melakukan hal postif.(*)

SHARE