Melihat Potensi Ladang Garam Di Lapang Aceh Utara

 

“ Investasi Menuai Berkah”

Pimpinan PT. Vinca Rosea Azhari ST, sedang mendengarkan penjelasan dengan tokoh masyarakat setempat dilokasi pengolahan garam yang akan dikelola oleh PT. Vinca Rosea, Selasa (11/2).

Meski tak semua tepi pantai cocok untuk produksi garam, namun di beberapa daerah dikawasan Aceh Utara, memiliki potensi besar  menghasilkan garam. Bahkan di salah satu kecamatan di Aceh Utara, yakni Kecamatan Lapang, dikenal sebagai salah satu sentra garam.

Sebagaimana terlihat, bentangan areal pertambakan yang terhampar luas di wilayah kecamatan tersebut selain diusahakan sebagai lokasi budidaya udang ataupun ikan, juga diusahakan sebagai tempat pembuatan garam oleh mayarakat petani garam.

Tak lama lagi, dilokasi ladang garam dikecamatan tersebut, akan berdiri sebuah pabrik pengolahan garam yang dilakukan oleh salah satu perusahaan di daerah, yakni PT. Vinca Rosea.

Pimpinan PT. Vinca Rosea Azhari ST, yang turun langsung kelokasi untuk melihat kesiapan lokasi cikal-cakal kegiatan produksi garam tersebut mengatakan, bahwa pihaknya masih menunggu izin.

“  Besok, pihak dinas terkait di Aceh Utara, akan turun, apabila sudah ada selesai regulasi usaha lain sebagainya, maka PT. Vinca Rosea akan segera menggarap industri Garam di Kecamatan Lapang, Aceh Utara, sebagai upaya mengoptimalkan potensi daerah dan memajukan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Sebutnya, keseriusan pihak Vinca Rosea dalam menjalankan industri garam didaerah tersebut, karena selain adanya permintaan masyarakat dan juga Bupati Aceh Utara agar segera dilakukan kegiatan industri garam diwilayah itu, ditandai dengan adanya pertemuan antara Pemkab Aceh Utara dan pihak Vinca Rosea terkait izin dan kegiatan usaha industri Garam di wilayah Lapang, yang berlangsung di aula kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (5/2) lalu.

“Pada pertemuan tersebut membahas masalah perizinan dan berbagai kegiatan yang menunjang industri garam di Lapang. Hal itu menindaklanjuti permintaan Bupati Aceh Utara, agar segera dilakukan kegiatan industri garam di wilayah tersebut,” katanya.

Oleh karena itu, menyangkut kesiapan kegiatan industri garam di Lapang, pihak PT. Vinca Rosea melakukan berbagai penyiapan perangkat industri garam yang sedang didatangkan kelokasi.

“ Apabila sudah sampai dilokasi akan segera dipasangkan dan garam dapat segera diolah menjadi berbagai varian produknya. Sehingga garam tersebut tidak hanya sebatas garam konsumsi akan tetapi dapat juga menjadi garam industri dan berbagai produk lainnya yang memberi nilai lebih,” jelas Azhari.

Namun sebagaimana dikatakan oleh pimpinan PT. Vinca Rosea tersebut, bahwa usaha produksi garam yang dijalankan di Kecamatan Lapang tersebut, harus mampu memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat.

Nilai tambah dari kegiatan industri pengolahan garam itu, dapat dinikmati oleh petani garam setempat. Sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat sebagai salah satu kawasan Minapolitan.

“ Harapan dengan adanya kegiatan usaha ini, aktvitas industri garam didaerah ini bisa berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Lapang, serta menjadi sentra industri hulu hilir garam dan turunannya sehingga menunjang kawasan tersebut menjadi Minapolitan,” terang pria yang akrab disapa Bang Azhari tersebut

Sebagaimana diketahui, tingkat kualitas garam di Kecamatan Lapang sangat baik. Dimana, tingkat keasinan air laut yang mencukupi  serta kondisi alam yang mendukung. Bahkan, kandungan Natrium klorida (NaCl) dalam garam Lapang mencapai 99.1 persen.

“ Ini berdasarkan hasil penelitian tim PT Vinca Rosea, dengan dua kali hasil uji laboratorium Balai Riset Medan dan Lab Succofindo. Bahkan, di Indonesia belum ditemukan garam yang memiliki kandungan NaCl yang mencapai persentasenya seperti itu,” ujar pria yang akrab di sapa “ Bang Azhari” itu.

Diceritakan olehnya, pada tahun 2018, ketika harga garam melejit, pihaknya menurunkan tim teknis untuk melakukan penelitian kualitas dan jumlah produksi garam di Lapang. Sampel garam yang ambil itu dari pengolahan tradisional masyarakat, menghasilkan kandungan 99.1% NaCl. Lalu pada April 2019, pihaknya datang lagi ke lokasi itu untuk meneliti kembali kualitas garam Lapang, dan ternyata hasilnya sama.

Oleh karena itu, garam Lapang selain dapat digunakan untuk konsumsi, juga dapat digunakan sebagai bahan baku farmasi. Bahkan, garam di Lapang juga mengandung Litihium yang selama ini dikembangkan sebagai bahan baku baterai Handphone.

“Ini adalah kandungan potensi yang luar biasa serta diharapkan dapat mencukupi kebutuhan garam secara nasional yang selama ini diimpor. Mudah-mudahan dengan berkah alam yang dimiliki di Aceh Utara ini, mampu mensejahterakan masyarakat dan menjadi salah satu pusaran ekonomi masyarakat pesisir dikawasan ini,” harap Bang Azhari. (Muchlis)

 

 

SHARE