Perubahan Konvensional-Syariah, DPK di Lhokseumawe Alami Kontraksi

Lhokseumawe- Akibat adanya perubahan berbagai jenis tabungan nasabah dari sistem konvesional kepada sistem syariah sebagaimana yang diatur didalam  Qanun No. 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah di Provinsi Aceh, kondisi Dana Pihak Ketiga (DPK) diwilayah kerja BI Lhokseumawe alami kontraksi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yukon Afrinaldo, menyebutkan, pada bulan Desember 2019, kondisi DPK mengalami kontraksi sebesar -4,0 persen dari tahun sebelumnya.  Yakni dari Rp14,00 triliun pada bulan Desember 2018 menjadi Rp13,44 triliun pada Desember 2019.

Seperti dikatakan olehnya, terjadinya kontraksi terhadap DPK sebesar -4,02 persen terutama pada deposito disebabkan beberapa bank umum sudah mulai mengarahkan tabungan nasabah dari konvensional menjadi syariah. Karena hal itu  mengikuti aturan Qanun no. 11 tahun 2018 tentang lembaga keuangan syariah yang mewajibkan lembaga jasa keuangan di Aceh agar menganut prinsip syariah.

Sementara itu, mengenai kontraksi akibat perubahan pola sistem tersebut tidak berpengaruh terhadap Non Performing Loan. Karena  penurunan DPK dan kredit, dikarena bank mengarahkan DPK  dan kredit dari konvesional ke syariah dan tidak ada hubungannya dengan gagal bayar/NPL. Malah kondisi NPL membaik karena dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain, nasabah rajin membayar, kemampuan bayar yang lebih baik/pendapatan lebih stabil/lebih baik sehingga pembayaran cicilan selalu lancar, jelas Yukon.

Tambah Yukon lagi, Menurut jenis kegiatannya, DPK perbankan konvensional pada Desember 2019 memiliki pangsa sebesar 58,55 persen,  sementara perbankan syariah sebesar 41,45 persen dari jumlah total DPK perbankan di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe. (Muchlis)

 

 

SHARE