Dimediasi Bhabinkamtibmas, Sengketa Tapal Batas Berakhir Damai

Laporan: Ridha

LHOKSEUMAWE – Sengketa tapal batas antara Desa Glong dan Desa pulo, Desa Garot Kecamatan Syamtalira bayu Kota Lhokseumawe yang sempat memakan menimbulkan aksi penganiyaan dan pembakaran traktor akhirnya di selesaikan dengan damai oleh masyarakat setempat dengan adat peusijuk ( tepung tawar ) dengan di fasilitasi pihak Kepilisian Resor Lhoskeumawe Sektor Syamtalira Bayu. Kamis (13/7/2017)

Perdamaian tersebut melibat para pihak yang bersengketa dengan dimediasi oleh Pihak kepolisian khususnya peranan Bhabinmkas Brigadir Novi Adriasyah bersama-sama dengan perangkat Desa memberika solusi kepada pihak yang bersengketa yang sempat menibulkan penganiayaan dan pembakaran mesin perontok padi tersebut.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kapolsek Syamtalira Bayu IPTU Zeska Julian mengatakan, dengan berdamainya para pihak yang bersengketa, pihaknya berharap tidak ada lagi dendam dan tuntutan setelah dilakukannya komitmen perdamaian antara korban, pelaku setelah sebelumnya terjadi aksi penganiayaan dan pembakaran mesin perontok padi akibat sengketa perbatasan sawah antara dua Desa tersebut.

Tentunya pihak Kepolisian berterima kasih kepada Mukim kareung bapak Bukhari, Mukim mancang an. Liyahuddin, Kepala Desa Glong Zulfiadi, Kepala Desa Pulo Ari Bustami, Kepala Desa Garot Ridwan, pihak korban penganianyaan dari Desa glong, pihak pelaku pembakaran dan penganiayaan dari Desa Pulo serta para tokoh masyarakat Desa yang bersengketa yang medukung dan bekerja keras dalam mempetemukan serta tercapainya pemukatan antara dua para pihak.” Jelas Kapolsek

Para pihak sudah berjabat tangan dan saling maaf memaafkan, pihaknya menghibau kepada masyarakat yang berseketa untuk menjaga komitmen kesepakatan damai ini, apabila ada permasalah Desa selesaikan dengan musyawarah dan mufakat.Tambah Kapolsek

Editor: zm

SHARE