Michael Chertoff: Korea Utara Dalang Dibalik Serangan Ransomware WannaCry

Slovakia – Mantan kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Michael Chertoff mengklaim bahwa Korea Utara adalah dalang dibalik serangan cyber ransomware di NHS (National Health Services),  Inggris. Hal ini juga diklaim oleh Inggris sendiri dan 100 negara lainnya. Ia mengatakan bahwa agen Pyongyang adalah tersangka yang sangat mungkin membobol sistem administrasi NHS di inggris dan beberapa rumah sakit di seluruh dunia belakangan ini.

Michael yang merupakan pakar cybercrime dan terorisme global mengungkapkan hal ini pada konferensi internasional tentang terorisme dan keamanan di ibukota Slovakia, Bratislava, akhir pekan ini. “Masalahnya dengan Korea Utara ini adalah, mereka tidak berpartisipasi dalam keuangan global,” katanya kepada Guardian.

“Jadi bagaimana mereka menghidupkan perekonomian mereka? ya dengan melakukan kejahatan-kejahatan berskala global seperti itu. Baik itu menyelundupkan barang palsu, obat-obatan terlarang, perdagangan manusia, dan pencurian. Ini jelas-jelas adalah tindakan kriminal. Jadi saya tidak terkejut bahwa mereka yang melakukan pemerasan lewat ransomware ini untuk menghasilkan uang.”

Para pakar kemanan dunia seperti Kaspersky dan Symantec juga mengatakan, bahwa kode yang ada pada virus WannaCry mirip dengan kode yang dimiliki Pyongyang.

Co-author dari US Patriot Act juga menyebutkan, Korea Utara dituduh sebagai dalang dibalik pencuairn online jutaan dolar dari Bank of Bangladesh sekitar setahun yang lalu.

“Saya tidak bisa mengatakan dengan persis bagaimana mereka beroperasi ketika di Inggris (NHS) itu. Tapi, berdasarkan pengalaman tahun lalu,  alat yang digunakan tahun lalu sama peris  dengan alat yang digunakan untuk serangna-serangan cybercrime di negara-negara lainnya.

Michael mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri lagi bahwa akan ada serangan ransomeware massal yang lebih banyak di Inggris dan negara-negara barat lainnya. “Saya yakin bahwa serangan mereka pasti akan berlanjut.”

“mereka melakukan ini karena mereka tau bahwa sistem keamanan kita mempunyai kelemahan, dan ini adalah sasaran empuk bagi mereka.” lanjutnya.

The Guardian

loading...
SHARE