Berdalih Gangguan Jiwa, Polisi Terkendala Limpahkan Perkara Kepengadilan

Laporan: Baihaqi 

Ilustrasu (Foto: Tribunnews)

ZONAMEDIA.CO|LANGSA – Kasus penganiayaan yang dialami Yulianti (22) warga gampong Mutia Kec.Langsa Kota-Kota Langsa yang diduga dilakukan oleh tetangganya inisial I dan JB beberapa waktu lalu hingga saat ini belum ada kepastian hukum alias gambang, hal ini dikarenakan pihak Kepolisian Polsek Langsa Kota belum membuat SPDP (Surat Perintah Dimulai Perkara), untuk dikirimkan kepengadilan.

Meskipun perkara tersebut sudah berjalan dua bulan kurang lebih, kasus penganiayaan yang pada sebelumnya telah diupayakan penyelesaian ditingkat gampong oleh aparatur desa setempat, namun dikarenakan pihak keluarga korban tidak menerima perlakuan tersangka, akhirnya melanjutkan perkara itu Keaparat penegak hukum Polsek Langsa Kota, di Polsek ini perkara tersebut kembali menuai masalah, pasalnya pelaku sebagaimana keterangan pihak Kepolisian diduga mengalami gangguan jiwa dan perlu dilakukan pemeriksaan itensive oleh Doktor jiwa.

“Benar dugaan kasus penganiayaan yang dialami Yulianti pada beberapa waktu lalu itu belum bisa kami limpahkan Kejaksa dikarenakan pelaku saat kami periksa bungkam tidak menjawab pertanyaan kami pihak Kepolisian, terang Kapolsek Langsa Kota Salmidin melalui juper nya Dodi saat dihubungi, Selasa (19/3). Dodi menambahkan, “pelaku susah bicara saat kami mintai keterangan, dia tutup mulut sehingga proses penyelesaian perkara ini ke Kejaksaan jadi terhambat, ujarnya.          

Terpisah, “Pak cik dari korban yang minta namanya tidak ditulis Wartawan media ini ketika dijumpai dikediamannya menuturkan, kami hanya bisa berharap pihak Kepolisian Polsek Langsa Kota dapat segera melimpahkan kasus tersebut kepengadilan, kami juga yakin dan percaya bahwa pihak Kepolisian akan berlaku bijak dalam penanganan kasus ini, artinya kasus ini tidak dipeti es kan yang hanya sebatas Polsek saja tidak berlanjut, tutup Pak Cik korban dengan nada penuh harap.

Editor:rdk

SHARE