Atasi Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Lakukan Telecollecting

Lhokseumawe – Sampai Per April 2021, tercatat lebih dari 2.500 KK (Kartu Keluarga) yang terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) menunggak pembayaran iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (Program JKN-KIS) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe pun melakukan kegiatan telecollecting rutin sebagai upaya mengingatkan kewajiban membayar iuran bagi para peserta.

Ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Kurnia Idaman Kalbuadi, selaku Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan mengatakan bahwa jumlah penunggak paling banyak adalah peserta PBPU yang mendaftar untuk fasilitas JKN-KIS Kelas I.

“Paling banyak kelas I, kita upayakan petugas telecollecting kita menghubungi dan telepon mereka langsung karena kemungkinan mereka lupa membayar dan juga tidak daftar autodebet,” jelasnya Jumat (30/04) siang tadi.

Ia pun mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan pihaknya sebagai upaya untuk menjaga kesinambungan penyelenggaraan Program JKN-KIS. “Sistem BPJS Kesehatan ini gotong royong, jadi harus saling membantu, saling mengingatkan karena sampai saat ini angka pemanfaatan program goptong royong ini oleh masyarakat kita sangat tinggi,” kata Kurnia.

Disamping itu Kurnia juga mengimbau agar seluruh peserta Program JKN-KIS rutin membayar iuran rutin sebelum tanggal 10 setiap bulannya agar tak menghadapi kendala saat membutuhkan layanan di fasilitas kesehatan.

Seperti diungkapkan oleh Bayu sebagai salah satu peserta segmen PBPU kelas I yang berdomisili di Lhokseumawe saat dihubungi petugas mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih karena sudah dihubungi langsung oleh petugas BPJS Kesehatan. Sehingga bisa segera membayarnya.

“  Saya biasa bayar di swalayan, tidak mendaftar autodebet jadi kadang lupa, Terima kasih sudah diingatkan, akan segera membayar,” ujar Bayu.

Tak hanya itu, Bayu pun mengajak seluruh peserta Program JKN-KIS untuk tak lupa membayar iuran.

“Jangan tunggu sakit baru membayar iuran, karena kalau sedang sakit nanti kita panik, iuran kita kan kalau kita tidak sakit bisa membantu orang lain yang membutuhkan,” tutup Bayu. (Rel/Muchlis)

SHARE