Berawal Dari Presiden Mahasiswa Nazaruddin Terpilih Sebagai Anggota DPRK Aceh Utara

Laporan: Ridha Kiboo

Nazaruddin, S.Sos.I., MA.g

ZONAMEDIA.CO | LHOKSEUMAWE – Sosok Nazaruddin pria kelahiran 1986 Dusun Cot Karieng Gampong Mns. Dayah SPK, Kec. Simpang Keuramat Kab. Aceh Utara yang berhasil mengambil hati masyarakat sehingga terpilih sebagai Anggota DPRK Aceh Utara periode 2019 – 2024 melalui Partai Aceh. Pada pemilu 2019.

Nazaruddin merupakan buah kasih dari Alm. Muhammad Hasan dan Mahmudiah dan juga anak tunggal yang lahir di sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kebisingan kota besar. Tepatnya di desa Mns. Dayah SPK, Simpang Keuramat.

Kepada ZONAMEDIA.CO saat ditemui disalah satu warung kopi, Nazaruddin menceritakan ia bersekolah di SDN 1 Simpang Keuramat. Banyak prestasi yang ia raih kala itu.

“Masih lekat di pikiran saya, waktu kelas 1 saya mendapat anugerah sebagai murid berprestasi dari Taman Impian Jaya Ancol Jakarta. Maklum, tiga caturwulan berturut-turut saya bisa meraih rangking 1 dengan nilai terbaik”. Katanya

Pada tahun 1999 ia dinyatakan Lulus Sekolah Dasar, dengan sedikit memaksa orang tua, ia bersikeras untuk masuk pesantren.

“Saat itu saya berambisi untuk menjadi seseorang yang ahli dalam membaca kitab kuning dan paham tentang ilmu agama. Akhirnya, dengan penuh cucuran air mata, ayah dan ibu merelakan saya untuk menimba ilmu di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum Tanoh Mirah, Matang Geulumpang Dua, Bireun”. Ungkapnya dengan nada sedih

Selain belajar kitab kuning, disana ia juga melanjutkan pendidikan umum di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum. Tahun 2004 setelah lulus dari madrasah Tsanawiyah, ia kembali masuk Madarasah Aliyah pesantren tersebut.

Sepanjang tahun 2003 hingga 2005 beliau aktif berorganisasi di dalam maupun luar pesantren. Yang menakjubkan, organisasi politik pun ia ikuti ditengah padatnya jadwal pesantren yang sangat menguras pikirannya.

“Dengan selaksa doa orang tua yang sangat menyayangi saya, Alhamdulillah tahun 2008 saya bisa menamatkan Madrasah Aliyah Darul Ulum dengan nilai terbaik. Kemudian saya juga menetap membantu pesantren guru saya di Darul Ulum Ujong Blang Lhokseumawe hingga tahun 2013. Sekarang aktif mengisi Majlis Talim di kampung dan Dayah di kampung juga”. Katanya lagi

Nazaruddin akrab disapa Gure pada tahun 2008- 2014 ia kembali melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh. Dan terpilih sebagai Presiden Mahasiswa STAIN Malikussaleh 2012-2013. Tidak sampai disitu pada tahun 2014- 2017 ia juga melanjutkan pendidikan Pascasarjananya di UIN Ar Raniry Banda Aceh (Ilmu Dakwah).

Awal Mula Mengenal GAM

Sejak awal tahun 2000 an, ayah saya telah memberi kabar bahwa apacut Din (adik kandung ayah saya) yang bernama lengkap Nurdin Taleb merupakan jebolan Tripoli angkatan terakhir (kalau tidak salah ke 4). Cut din saya sampai saat ini tidak diketahui dimana pusaranya. Beliau hilang saat pulang ke Lhokseumawe pada medio tahun 1991.

“Tidak banyak mengetahui tentang sosok Cut Din saya tersebut dikalangan pejuang GAM di daerah saya. Almarhum Abuna (Fakhruddin Ahmad) alumni Tripoli di kampung saya banyak menceritakan sosok cut din saya tersebut”. Sebutnya

Ayah saya telah banyak memberikan pesan tentang Aceh ini saat konflik. Hingga beliau menghadap Allah pada akhir 2014 silam, riwayat sakit peninggalan masa DOM masih beliau derita.

Berjuang Dari Organisasi Hingga Ke Kursi Dewan

Sejak di pesantren, sekitar tahun 2002 ia mewakili Suara Rakyat Aceh (SURA) perwakilan Kab. Bireun sudah berada dalam barisan kalangan santri dan mahasiswa yang tergabung dalam Front Perlawanan Demokratik Rakyat Aceh, menuntut Aceh harus bebas dari kekejaman militer Indonesia kala itu.

Membentuk wadah Lembaga Kajian Islam Tranformatif (Leukit) sebagai wadah perkumpulan santri yang memiliki ide untuk menuntut gencatan senjata (cise fire) kala konflik Aceh melanda sekitar tahun 2003.

Pada akhirnya sosok Nazaruddin bertekat terjun kedalam perpolitikan dipayungi Partai Aceh untuk menampung aspirasi rakyat.

Respon positif masyarakat terus terdorong Nazaruddin untuk melanjutkan perjuangannya melalui Perpolitik dengan keterbatasan dalam segala hal dan akhirnya terpilih sebagai Anggota DPRK Aceh Utara periode 2019 – 2024.

“Alhamdulillah berkat kepercayaan Masyarakat saya terpilih sebagai Anggota DPRK Aceh Utara, saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh Masyarakat yang telah mendukung saya, Terimakasih sebesar-besarnya, insya Allah do’akan saya Amanah” tutupnya

Editor:rdk

SHARE