Berkat Mediasi Camat P2G Terima Kembali Berkas Calon Geuchik

Laporan: Baihaqi


Camat Langsa Kota M.Taufik,S.STP, M.SP didampingi Setcam dan Kasipem memberi arahan terkait pemilihan calon PAW geuchik Gampong PB. Blang Pase. (Boy)

ZONAMEDIA.CO|LANGSA : Akibat kurangnya mis komunikasi dari salah satu calon PAW geuchik dengan P2G di gampong PB Blang Pase Kecamatan Langsa Kota-Kota Langsa memicu ratusan masa pendukung calon yang dijagokan “Musfizar, yang akrab disapa dengan sebutan nama Big berniat ingin mendatangi Kantor P2G untuk menyerahkan kembali berkas persyaratan, Sabtu (22/12).     

Namun beruntung sebelum mereka mendatangi kantor P2G tersebut, Camat Langsa Kota Muhammad Taufik,S.STP, M.SP bersama dengan Setcam dan juga Kasipem langsung turun kelokasi menjumpai beberapa perwakilan masyarakat pendukung Musfizar alias Big. Pembicaraan alotpun terjadi antara Camat dan Perwakilan pendukung Musfizar dan juga Panitia Pelaksanaan Pemilihan Geuchik. 

Pada pertemuan tersebut Camat Langsa Kota M.Taufik,S.STP, M.SP dihadapan panitia mengatakan, apa yang dilakukan Musfizar mencabut berkas persyaratan sebagai calon PAW geuchik gampong Blang Pase hal itu tidak menjadi masalah, artinya yang bersangkutan sebagai calon PAW geuchik dalam hal ini dirinya bukan mengundurkan diri, oleh karenanya panitia mengambil kebijakan untuk menerima kembali berkas tersebut dan itu tidak bertentangan dengan aturan, jelasnya.

Sementara itu nada serupa juga dikatakan oleh Setcam (seketaris camat-red) kepada zonamedia.co pada selasa (25/12/18), menurutnya pada poin 6 (enam) pesyaratan calon Kepala desa yang pernah menjalani pidana sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 112 yang telah diubah dengan permendagri nomor 65 tahun 2017, disebutkan. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan pidana dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali 5 (lima) tahun setelah selesai menjalani pidana penjara dan mengumumkan secara jujur dan terbuka kepada pablik bahwa yang bersangkutan pernah dipidana serta bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang, sebut Setcam dihadapan panitia.     

Dijelaskannya, adapun dasar hukum pelaksanaan pemilihan geuchik Pergantian antar waktu (PAW) ini sesuai Peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2014 pasal 54 ayat 1 huruf a, yaitu kepala desa berhenti karena meninggal dunia, dan pasal 56 berbunyi dalam hal sisa masa jabatan kepala desa yang berhenti lebih dari satu tahun karena diberhentikan meninggal dunia, walikota mengangkat PNS Kota Langsa sebagai pejabat kepala desa sampai terpilihnya pejabat desa yang baru melalui hasil musyawarah desa, dan pada pasal 60 berbunyi ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberhentian kepala desa diatur dalam peraturan menteri dan diatur lebih lanjut pelaksanaannya berdasarkan peraturan menteri dalam negeri no 65 tahun 2017 BAB IV A tentang pemilihan kepala desa antar waktu melalui musyawarah desa, tutupnya.

Ditempat berbeda tokoh masyarakat lingkungan Blok PJKA Gampong PB. Blang Pase yang tidak mau namanya ditulis kepada Wartawan mengatakan, “Alhamdulillah berkat kerja keras Panitia dan juga masyarakat, pemilihan geuchik antar waktu yang dilaksanakan digampong Blang Pase berjalan aman dan sukses.

Dengan demikian, lanjutnya lagi, setelah pemilihan ini yang kalah harus siap menerima kekalahannya, sementara yang unggul keluar sebagai pemenang jangan berbangga hati namun lebih kepada keinginan menciptakan kebersamaan serta ketentraman demi kemajuan gampong yang lebih baik kedepannya, ujarnya.

Editor:rdk

SHARE