BPJS kesehatan Harapkan Komitmen Pelayanan Kesehatan Pada Faskes

Lhokseumawe – BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe mengharapkan komitmen yang tinggi dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk penyediaan layanan kepada seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, Manna pada pertemuan Sosialisasi Perjanjian Kerja Sama dan Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) yang digelar di Lhokseumawe pada Selasa (12/01) kemarin.

Pertemuan yang dihadiri oleh 14 pimpinan klinik swasta di wilayah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara ini fokus membahas isi kontrak kerja, evaluasi capaian, serta pembaruan-pembaruan yang ada dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS. “Kita harapkan peran gate keeper FKTP dimaksimalkan, tuntaskan diagnosa yang mampu dilakukan, dan jangan sampai ada hal-hal atau tindakan yang keluar dari kesepakatan dan ketentuan,” ujar Manna.

Dalam menjalin kerja sama, Manna juga berharap para FKTP agar memenuhi kewajibannya sebagaimana termaktub dalam perjanjian kerja sama agar pemberian pelayanan kesehatan bisa dimaksimalkan.

Selaras dengan pemaksimalan layanan. BPJS Kesehatan pun terus melakukan inovasi untuk peningkatan kualitas dan kepuasan peserta Program JKN-KIS. Manna mengatakan bahwa kini pihaknya telah mengembangkan SIPP yang dapat diakses para petugas FKTP untuk mencatat pengaduan serta permohonan informasi peserta Program JKN-KIS.

“Dulu (SIPP) cuma ada untuk pelayanan di rumah sakit, sekarang klinik atau puskesmas juga sudah bisa, basis aplikasinya website, jadi bisa diakses kapan saja untuk pencatatan dan menindaklanjuti dengan cepat keluhan maupun permintaan informasi dari pasien, karena tujuan utama kita dalam pelayanan ini adalah untuk kepuasan pasien,” ujar Manna.

Saat dihubungi secara terpisah, Mulyadi selaku pimpinan Klinik Landeng Kabupaten Aceh Utara mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengedepankan kepuasan peserta. “Klinik kita tetap siap menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan untuk pasien terdaftar di kita khususnya, maupun untuk masyarakat sekitar pada umumnya, sesuai dengan isi perjanjian dengan BPJS,” kata Mulyadi.

Ia pun kembali menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan isi-isi perjanjian dengan sebaik mungkin. “Kita sudah susun strategi-strategi untuk pelayanan pasien, terlebih dalam masa pandemic ini agar jangan sampai ada pasien yang tidak dilayani dengan baik karena alasan pandemi,” tegas Mulyadi.

Terkait SIPP yang disediakan BPJS Kesehatan, Mulyadi pun mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan dan menjalankan inovasi untuk kemudahan layanan di klinik yang ia pimpin.

“Sebenarnya memang kami sudah lakukan, keluhan pasien sudah kita tampung dan sudah kita edukasi sampai mereka paham, tapi pencatatannya yang belum akurat, nah dengan SIPP ini kami jadi sangat terbantu karena bisa diakses dengan mudah dan tercatat dengan baik,” tutupnya.(rel/Muchlis)

SHARE