DPD PSI Bireuen: Tanpa Buruh Kita Bukan Segalanya

Laporan: Kiboo

Haris Atok Ketua DPD PSI Bireuen/ Foto: @istimewa

ZONAMEDIA.CO | BIREUEN – Peringatan hari buruh sedunia (May Day) yang jatuh pada 1 mei 2018 yang sejak ratusan tahun silam telah diperingati setiap tahunnya, secara esensi mempunyai makna yang begitu mendalam, memberikan pelajaran dan semangat perjuangan yang begitu berharga bagi seluruh rakyat indonesia. Selasa (1/5/18).

Hari buruh adalah tonggak kemenangan bagi kaum buruh dalam perjuangan menuntut pengurangan jam kerja dari 12-16 jam per hari menjadi 8 jam perhari, yang diraih melalui perjuangan panjang (Tahun 1886-1890_an) yang begitu hebat dengan pengorbanan yang tidak akan pernah ternilai untuk membebaskan diri dari belenggu penindasan dan penghisapan Imperialisme.

Ketua DPD PSI Bireuen, Haris Atok yang di hubungi zonamedia.co melalui telfon seluler mengatakan, Sistem kapitalisme dimana industri menjadi salah satu penopang utamanya berlaku sebuah hubungan produksi yang timpang antara buruh dengan pemilik modal. Bagi para pemilik modal, buruh dianggap sama seperti bahan baku atau bahan mentah, upah bagi kaum buruh tidak ditetapkan berdasarkan pembagian keuntungan dari hasil produksi.

“Padahal, tanpa keberadaan buruh disebuah pabrik, mesin-mesin termasuk bahan baku yang ada dipabrik tidak akan berubah menjadi barang baru dan, tidak pernah akan ada keuntungan disana. Sistem yang demikian mensyaratkan pencurian nilai lebih terhadap kaum buruh”. Sebutnya

Dan pada akhirnya berubah pelan-pelan meskipun belum sempurna. Kita berharap semua industri yg ada di aceh yang mempunyai lapangan kerja untuk dapat menjaga kestabilan pekerja yang lebih layal, gaji yang sesuai dan keselamatan para buruh, tanpa mereka kita tidak bisa berbuat banyak.

“Di masa pemerintah yang baru-baru ini supaya membuka kembali industri-industri yang sudah tutup dan membuka untuk menampung para pekrja mengingat di Aceh penggangguran semakin besar, tidak menutup kemungkinan kalau ini berlanjut maka angka kemiskinan semakin bertambah”. Harap Haris atok

Haris Atok juga menambahkan, Kita tetap bersuara Realisasikan Sekolah dan Kesehatan gratis, pendidikan yg murah bagi seluruh rakyat, tidak ada penggusuran terhadap pedagang kaki lima. Hentikan diskriminasi dan eksploitasi serta kekerasan terhadap perempuan termasuk praktek-praktek perdagangan anak dan perempuan. Kita juga berharap kasus di Aceh timur yg menimpa Rakyat di pemboboran minyak jangan di politisi kembalikan ke rakyat, dan beri jaminan kepada mereka sesuai SOP.

“Usut tuntas kasus korupsi, yang melibatkan birokrasi, aparat penegak hukum maupun politisi. Hidup Rakyat bangkitkan rasa solidaritas kita sesama bangsa dan Buruh indonesia”. Tutup Atok

Editor:rdk

SHARE