Jokowi Ke Lhokseumawe, Mahasiswa Gelar Orasi “Bicara di Negeri Yang Lucu”

Laporan: Furqan

ZONAMEDIA.CO | LHOKSEUMAWE – Mahasiswa menilai, Pemerintah saat ini mengidap penyakit Tempramental yang kondisinya sudah serius. Untuk itu, Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh (BEM UNIMAL), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR)  serta Organisasi Mahasiswa lainnya mengadakan mimbar bebas untuk menyuarakan hak-hak rakyat tertindas. Acara tersebut berlangsung didepan Gerbang Kampus Unimal, Bukit Indah, Kota Lhokseumawe, Aceh pada Selasa (26/03/2019) mulai pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.

Mimbar bebas yang di adakan segenap aktivis mahasiswa itu bertema ‘Mahasiswa berbicara dibawah negeri yang lucu’ dan bertepatan dengan kunjungan Presiden Republik Indonesia, Jokowi Dodo, ke Kota Lhok Seumawe pada Selasa (26/03).

Presma (Presiden Mahasiswa) Universitas Malikussaleh, Pekik Royhan, dalam orasinya mengatakan bahwa, hari ini masih banyak rakyat yang tertindas, puluhan tahun merasakan penderitaan tanpa dipeduli oleh pemerintah.

“Hari ini kita suarakan, dibawah panas terik matahari ini kawan- kawan, masih banyak rakyat kita yang menderita oleh kaum Pemerintahan maupun kaum Korporasi, seperti tanah masyarakat kita di Sawang Aceh Utara, yang saat ini dikuasai lahannya oleh pihak perusahaan” kataNya.

Presiden mahasiswa itu juga mengajak teman-temannya untuk ‘Waras Bareng’ dimana saat ini mahasiswa perlu berada di garda terdepan untuk menyuarakan kepentingan rakyat, ditambah pemerintah saat ini yang semakin anti kritik.

“Mari kita tertawa bersama kawan- kawan, ‘Hahahaha’, hari ini aktivis banyak dibungkam, ditakuti, dizholimi oleh kekuasaan, dan suaranya selalu dibenturkan oleh UU ITE, maka saya tegaskan, mahasiswa hari ini perlu menyuarakan, jangan diam dalam rezim dan aparat yang zholim”. Tegas Royhan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW- LMND) Aceh, Munzir Abe, dalam orasinya juga mengatakan bahwa, saat ini masih banyak praktik liberalisasi terhadap Pendidikan, Rakyat banyak yang tidak bersekolah hanya karna persoalan biaya.

“Saat ini perlu kita ketahui, masih banyak anak-anak yang putus sekolah karena soal biaya, masih ada liberalisasi terhadap dunia Pendidikan, dan hari ini kita kembali menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh, dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ungkap Munzir.

Digelarnya mimbar bebas ini bertujuan, supaya Mahasiswa masa kini dapat membuka pola pikir dan beban Moral yang ditanggungNya.

“Mahasiswa perlu memahami, beban moral yang kita tanggung bukan perihal kuliah saja, tapi ada yang lebih penting dari itu, bukan hanya kuliah pulang, yang tamat hanya jadi pengangguran yang dilegalkan oleh negara. Namun para mahasiswa saat ini, harus lebih peka terhadap masalah – masalah yang di alami oleh masyarakat.” pungkas Munzir Abee.

Editor:rdk

SHARE