Kapolres Lhokseumawe: Larang Bawa Senjata Api Untuk Pengamanan Aksi Mahasiswa

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan memimpin langsung pengamanan aksi unjukrasa mahasiswa yang digelar di halaman gedung DPRK Lhokseumawe, tanpa membawa senjata apapun, Kamis (3/10). (Zona Media)

Lhokseumawe – Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, menegaskan kepada personilnya, bahwa terkait pengamanan aksi mahasiswa yang berlangsung di Kota Lhokseumawe, dilarang membawa senjata. Baik jenis senjata api maupun senjata tajam.

Personel pengamanan demo di depan gedung DPRK Lhokseumawe dan DPRK Aceh Utara tidak dipersenjatai senjata tajam. Anggota juga dilarang menggunakan senjata api dalam upaya tindakan kepolisian, ungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kabag Ops Kompol Adi Sofyan kepada personil pengamanan saat apel arahan di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (3/10).

Sebutnya, hal itu ditegaskan oleh Kapolres Lhokseumawe, bahwa tidak ada penggunaan senjata api dan senjata tajam. Serta semua personil harus mematuhi ketentuan yang ada dan bertindak dengan humanis serta mematuhi SOP yang ada.

Tambahnya, penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian telah diatur dalam Perkap No 1 Tahun 2009. Dimana dalam peraturan tersebut juga diatur tahapan-tahapan penggunaan kekuatan kepolisian.

“Ada tahapan yang harus dilalui, penggunaan gas air mata dan water cannon oleh personil harus berdasarkan perintah pimpinan dan koordinator pengamanan,” katanya.

Sementara itu, untuk pengamana aksi mahasiswa yang dilakukan di gedung DPRK Lhokseumawe serta DPRK Aceh Utara, Polres Lhokseumawe mengerahkan 169 personel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan. (Muchlis)

SHARE