Kelompok Tani WNBN Sawang Diduga Rugi Milyaran Rupiah Akibat Dikeluarkan SK Bupati Aceh Utara

Laporan: Muhammad Furqan

ZONAMEDIA.CO | ACEH UTARA – Surat Keputusan Bupati Aceh Utara yang dikeluarkan oleh Muhammad Thaib, nomor : 492.12/557/2015 dan Nomor : 591/558/2015 di duga mengandung unsur pidana dan merugikan Kelompok Tani Wareeh Nanggroe Bina Nusantara (selanjutnya dibaca WNBN). SK Bupati Aceh Utara ini dikeluarkan Berdasarkan usulan muspika kecamatan sawang dan surat Ketua kelompok tani (Koptan) Tacimita.

Pasalnya Bupati aceh utara mengalihkan kebun karet aset usaha anggota kopbun WNBN kepada koptan tacimita tanpa sepengetahuan kopbun WNBN dan keputusannya tidak disampaikan kepada kopbun WNBN sampai dengan hari ini.

“Sampai hari ini pengalihan Lahan Revitalisasi dari Kopbun Wareeh Nanggroe Bina Nusantara ke Koptan Tacimita belum kami terima. Jikalau pun ada, tentu kami protes”, jelas Muhammad Daudsyah selaku ketua Kopbun WNBN, dalam pers rilis kepada media ini, Senin (26/02/2018).

Perlu diketahui kopbun WNBN memiliki historis perintisan sejak 2008 sampai dengan 2015. Plot peta lahan tanah milik petani digampong teupin rusep dari Bupati aceh utara (red : Ilyas Pase) dan sudah ada surat ikatan dengan petani pemilik lahan tanah kebun karet dengan kopbun WNBN selama 25 tahun atau satu kali sikluse .

Pada tanggal,15 januari 2011 Program Revitalisasi resmikan oleh Menteri BUMN Republik indonesia Dr.Mustafa Abubakar M.Si, juga turut dihadiri Gubernur aceh Irwandi Yusuf, dan beberapa Pejabat negara lainnya.

Pada saat ini kopbun WNBN mengalami kerugian karena terjadi sabotase dan perampasan kebun karet aset usaha kopbun WNBN oleh Koptan Tacimita. Hal ini dikarenakan ketua kelompok tani (koptan tacimita mengajukan surat kepada bupati aceh utara.

“Atas surat yang dikirim oleh Ketua Kelompok Tacimita inilah yang membuat masyarakat yang menjadi anggota koptan Wareeh Nanggroe Bina Nusantara merugi Milyaran Rupiah”, Ujar Pak Daud.

Setelah mempelajari surat yang  dikirim oleh Koptan Tacimita ke Bupati Aceh Utara beliau dan Tim Hukum mendapatkan temuan yang sifatnya perdata dan pidana. Beliau menjelaskan kepada media atas temuanya tersebut sehingga membuat rugi nya Angota Kopbun Wareeh Nanggroe Bina Nusantara serta Kopbun sendiri . Pertama surat ini berisikan penolakan kegiatan kopbun WNBN, tentu ini merupakan (sabotase) dan tanpa dasar sehingga menyebabkan  terhambatnya aktivitas pelaksanaan pembangunan pengembangan kebun karet rakyat di Kecamatan Sawang. Sementara kami tidak melakukan kesalahan apapun.

Kedua, kami menemukan beberapa tanda tangan petani yang menjadi dokumen  terlampir Oleh Koptan Tacimita dipalsukan.

Ketiga, Koptan Tacimita  memfitnah (menuduh) kopbun WNBN tidak mempertanggung jawabkan dana APBD. Namun sebenarnya kopbun WNBN tidak pernah menggunakan dana APBD.

Keempat, surat dokumen kelompok tani koptan tacimita turut ditanda tangani geuchik gampong teupin rusep (red:ibrahim mahmud) dan muspika kecamatan sawang, serta disetujui oleh Drs. Sofyan MM selaku Camat Kec. Sawang, Jelas pak Daudsyah Kepada Media

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa SK Bupati Aceh Utara telah merugikan masyarakat dan merugikan Kopbun Warih Nanggroe Bina Nusantara”, Pertegasnya.

Maka dalam hal ini, M.Daud syah selaku ketua kopbun WNBN meminta Aparat Hukum segera Memproses permasalahan ini sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

“Kami memohon kepada pihak aparat hukum agar bertindak seadil-adilnya agar tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan”, Tutupnya. (*)

Editor:rdk

SHARE