Kisruh Keuchik Dua Desa Di Aceh Timur Belum Ada Titik Temu

Laporan: Baihaqi

Ilustrasi (Pojok Jabar)

ZONAMEDIA.CO|SUNGAI RAYA : Kisruh Keuchik dua desa Alue Itam dan Bukit Drien yang terjadi di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur hingga saat ini belum mampu diredam dan diselesaikan secara musyawarah oleh pihak terkait yang ada diwilayah tersebut.

Berawal kisruh dua Keuchik ini dipicu oleh pembangunan gapura yang berlokasi di arah jalan masuk menuju kedesa Alue Itam mempergunakan anggaran dana desa APBN tahun 2018 yang besarnya Rp 36 juta rupiah oleh Keuchik Herman pimpinan gampong Alue Itam.

Namun setelah gapura itu selesai diperkirakan 80% pengerjaannya, disadari atau tidak oleh Keuchik Alue Itam “Herman, ternyata lokasinya berada dalam wilayah desa Bukit Drien yang dijabat oleh Keuchik Amir.

Mendengar hal itu, Keuchik Amir pun bergegas mendatangi lokasi dimana gapura itu dibangun, dan itu dilakukannya setelah bangunan mendekati tahap penyelesaian akhir sehingga patut diduga Keuchik Amir desa Bukit Drien ini sengaja melakukan pembiaran sebelumnya.
Dirinya menunggu sampai bangunan itu rampung terlebih dahulu baru kemudian datang melakukan komplaint agar bangunan tersebut dibongkar/dihancurkan karena berada diwilayahnya, hal itu sangat disayangkan oleh Herman Keuchik Desa Alue Itam.

Dalam konfirmasinya Herman menjelaskan, pembangunan Gapura tersebut sudah berjalan lama, dan selama itu kami tidak mendapat teguran dari yang bersangkutan Keuchik Amir desa Bukit Drien.

Seharusnya, kata dia lagi, kalau kami salah dalam melakukan kegiatan pembangunan gapura kerena berada diwilayah desa Bukit Drien, Keuchik yang bersangkutan Amiruddin itu segera menegor kami agar pembangunan tidak kami lanjutkan.

Tapi kalau sudah rampung begini mau dihancurkan, kan sayang, dan kami siap untuk menghibahkan bangunan itu kedesa Bukit Drien jika Keuchik Amir mau dengan syarat tidak dihancurkan.

“Saya tidak ada maksud dan tujuan untuk mencaplok wilayah desa lain, yang ada hanya satu niat yaitu ingin berbuat demi untuk kemajuan bersama, demikian Herman Keuchik Alue Itam saat dijumpai dikediamannya Minggu (25/11) dua hari lalu.

Sementara itu ditempat berbeda Keuchik Bukit Drien Amiruddin saat ditanyai tanggapannya terkait pembanguan Gapura yang dilakukan Keuchik Herman mengatakan, “kami tetap meminta agar Herman segera membongkar Gapura tersebut karena berada diwilayah desa kami.

“Kami takut dikemudian hari nanti akan timbul permasalahan besar terkait batas wilayah, menurutnya, gapura itu identik dan dikenal oleh banyak kalangan masyarakat sebagai tanda tapal batas desa.

Oleh karena itu saya meminta kepada pihak terkait Kecamatan maupun yang ada di Kabupaten Aceh Timur untuk segera menyikapi kejadian ini sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku tentang penggunaan dana desa boleh atau tidak melakukan pembangunan infrastruktur didesa lain seperti yang dilakukan Keuchik Herman, tutup Amiruddin Keuchik desa Bukit Drien.

Editor:rdk

SHARE