Kompol Ahzan, SH,SIK, MSM. Sosok Polisi “Sahabat Untuk Semua”

Kompol Ahzan saat diwawancarai oleh wartawan di Lhokseumawe.

Aceh Barat Daya- Sosok pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan tersebut sangat dikenal dimanapun tempatnya bertugas sebagai anggota Polri. Keramahannya pada setiap orang dan sikap luwes yang iya tunjukkan membuat siapa saja akan mudah akrab dengannya.

Itulah  Komisaris Polisi Ahzan, Waka Polres Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. sosok humanis dan bersahaja tersebut merupakan perwira polisi lulusan Akademi Kepolisian tahun 2005. Pria kelahiran 17 Desember 1980 itu sudah malang melintang dengan berbagai tugas di wilayah Indonesia.

Usai lulus Akpol, jabatan pertama dipercayakan sebagai Pamapta di Polres Ternate, Maluku Utara. Tidak lama kemudian dipercayakan sebagai Kapolsek Jailolo Halmahera Barat, kemudian dipercayakan sebagai Kapolsem Malifut Halmahera Utara serta tuga terakhir dipulau penghasil rempah-rempah tersebut adalah sebagai Kasat Intel Halmahera Tengah.

Setelah sekian lama bertugas diwilayah timur Indonesia, kemudian putra Bone ini ditugaskan ke wilayah barat Indonesia, yakni Aceh. dimana tugas pertamanya di Aceh adalah sebagai Kasat Intel Polres Lhokseumawe. selanjutnya ditugaskan sebagai Kabag Ops Polres Singkil dan kemudian dipercayakan sebagai Kabag Ops Polres Lhokseumawe. masih di Polda Aceh, akhirnya Kompol Ahzan dipercayakan sebagai Wakapolres Aceh Barat Daya.

Sebagai sosok yang humanis dan mudah akrab, Kompol Ahzan sangat dikenal dimanapun dia pernah bertugas. Hal itu tidak terlepas dari sikap ramah dan tenang yang menjadi karakter perwira polisi tersebut. Maka tidak mengherankan, apabila dirinya menjadi sahabat semua pihak. 

Pergaulan yang dilakoninya dengan tidak memilah golongan, usia dan juga profesi, menjadi salah satu daya tarik kecintaan masyarakat terhadapnya. Bahkan tidak jarang, berbagai persoalan Kamtibmas dengan mudah ditanganinya.

Baginya menjadi polisi merupakan cita-citanya sejak kecil. Rasa ingin membantu orang lain serta merasakan pentingnya nilai-nilai kenyamanan dan kebenaran menjadi dorongan bagi dirinya untuk mendaftar sebagai anggota Bhayangkara tersebut.

Dengan ketekunan belajarnya, mulai dibangku sekolah dasar hingga tingkat SMA, akhirnya Ahzan mendaftar di Akpol pada tahun 2002 dan lulus tahun 2005. Pangkat Ipda yang disandangnya di awal bertugas pada korps baju coklat tersebut, semakin meneguhkan keyakinannya sebagai bhayangkara sejati.

Baginya, komitmen yang tegas dalam memberantas segala tindak pidana kejahatan, humanis dalam melayani dalam melayani masyarakat merupakan nilai utama yang harus dilakukan oleh pengayom masyarakat.

Sebagai salah seorang unsur pimpinan polisi ditempatnya bertugas, Kompol Ahzan, selalu berpesan kepada anggotanya supaya harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. serta bekerja dengan tulus ikhlas dan didorong oleh sebuah pengabdian kepada nusa dan bangsa. Karena baginya, tiada kesuksesan anggota polisi apabila tidak didukung oleh masyarakat.

 “ Sinergitas aparat penegak hukum dengan masyarakat itu sangat penting. Oleh karena itu, tingkat partisipatif masyarakat harus ditingkatkan, salah satunya melalui komunikasi yang efektif dengan pendekatan humanis dan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal,” ucap Kompol Ahzan.(Muchlis)

SHARE