Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Anak Didik Dua Pelaku Terancam Hukuman Cambuk

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan memperlihatkan sejumlah alat bukti yang digunakan oleh Dua pelaku pelecehan seksual (berbaju oranye) kepada anak didiknya, Kamis (11/7). (Zona Media/ Muchlis)

Lhokseumawe – Akibat melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur di sebuah lembaga pendidikan di Kota Lhokseumawe, dua pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dan terancam hukuman cambuk.

“ Dari hasil pemeriksaan dan keterangan dari korban, Dua pelaku tersebut melakukan tindakan pelecehan seksual kepada Lima orang anak dibawah umur yang merupakan anak didiknya, sejak September 2018 lalu,” ungkap Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan kepada wartawan, yang didampingi oleh Kasat Reksrim AKP. Indra T. Herlambang dan Kanit PPA Ipda Lilis, Kamis (11/7).

Sebutnya, kronologis pengungkapan kasus pelecehan seksual kepada anak didik yang dilakukan oleh AI (45) yang merupakan pimpinan lembaga pendidikan dimaksud dan MY (26) pengajar di lembaga pendidikan tersebut, diketahui setelah adanya laporan dari orang tua anak didik kepada polisi.

“ Setelah polisi menerima laporan pelecehan seksual dari orang tua korban, lalu polisi melakukan pengembangan dan mengambil keterangan dari korban dan ibunya serta dari keterangan tersebut mengarah kepada MY sebagai guru dan AI sebagai pimpinan lembaga pendidikan tersebut,” kata Kapolres.

Selanjutnya polisi melakukan pengembangan dan memeriksa saksi-saksi atau yang mengetahui kegiatan pelecehan seksual dimaksud dan ternyata ada korban pelecehan seksual lainnya di lembaga pendidikan tersebut sehingga jumlahnya sebanyak Lima orang korban.

“ Atas tindak kejahatan seksual yang dilakukan oleh pelaku, diancam dengan Pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman pidana Cambuk sebanyak 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas murni atau penjara paling lama 90 bulan,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP. Ari Lasta Irawan.

Tambah Kapolres, mengenai modus pelaku mengajak korban adalah dengan menyuruh membersihkan kamar dan melakukan indroktinasi kepada korban mau menuruti kemauan pelaku agar mudah melakukan pelecehan seksual. (muchlis)

SHARE