“Maop” Karya Ilmah Skripsi dikalangan Mahasiswa

Laporan: Maulidna

Nuriman Abdullah, P.hD, menyampaikan materi dalam Workshop/Coaching Metode Penelitian Komunikasi, Jumat, 17/11/ 2017/ foto:zm

LHOKSEUMAWE – Program Studi Ilmu Komunikasi Fisip Unimal adakan Workshop dan Coaching Metode Penelitian Komunikasi kualitatif dan kuantitatif. Dengan menghadirkan Nuriman Abadullah, M.Ed.,P.hD Akademisi IAIN Malikussaleh, Awaluddin Arifin, M.Ikom sebagai moderator. Workshop Metodelogi Penelitian kali ini memperkuat tema “membumikan nuansa penelitian Komunikasi”,  bertempat di Aula Fisip FISIP Unimal. Jum’at (17/11/17).

Acara workshop penelitian dihadiri oleh puluhan mahasiswa Ilmu Komunikasi terutama mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir skripsi, juga dihadiri beberapa dosen Ilmu Komunikasi. Acara dipandu oleh Rahmatillah mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016,  dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran dan doa penutup oleh Juwanda Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016.

Sambutan pembukaan disampaikan oleh Dekan Fisip Unimal, dalam hal ini diwakili oleh Ketua Jaminan Mutu Fakultas Isip Unimal Subhani, S.Sos.,M.Si, menyebutkan bahwa, kegiatan penguatan metodelogi penelitian bagi mahasiswa, mesti sering dilakukan, untuk memotivasi dan penyegaran materi metodelogi yang sudah pernah diperoleh dalam perkuliahan.

Disela sesi workshop dan coaching , Dekan I bidang akademik, Dr. M. Nazaruddin, SS.,M.Si, berkesempatan menyaksikan proses workshop  dan coaching tersebut dengan memberi apresiasi dan motivasi kepada seluruh peserta.

Kamaruddin Hasan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unimal, membuka pengantar workshop dan coaching tersebut, menyampaikan, pentingnya menguasai metodelogi dalam proses penulisan karya ilmiah. Kemampuan metodelogi tidak hanya berguna dalam menyusun karya ilmiah bagi mahasiswa S1, S2 dan S3, namun dalam dunia kerjapun kemampuan penguasaan metode dalam menulis sangat berguna dan terbukti dapat memperbaiki dan mempercepat karir positif seseorang.

“…dalam kurikulum ilmu komunikasi Fisip Unimal, matakuliah metodelogi dapat ditemukan pada Matakuliah; Metode Penelitian Sosial (MPS), Metode Penelitian Komunikasi I (Kualitatif), Metode Penelitian Komunikasi II (Kuantitatif) juga pengantar statistik. Artinya tidak alasan bagi mahasiswa ilmu komunikasi tidak menguasai metodelogi, kalau hanya “kurang” menguasai itu dimaklumi”.

Lebih lanjut, menurutnya, Ilmu komunkasi Fisip Unimal, dalam realitas jaman now, wajib merubah dan mereview kurikulumnya secara kontiu. Kurikulum yang mampu beradaptasi dengan apapun termasuk perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Prodi Ilmu Komunikasi mesti mampu menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dan sejalan dengan perubahan yang ada.

Mampu membuat aneka kajian, penelitian sekaligus solusi bagaimana mengatasi berbagai dampak dari perubahan teknologi yang berlangsung amat cepat. Termasuk perkembangan teknologi tersebut dalam beberapa tahun terakhir sudah amat terasa.

Nuriman Abadullah, M.Ed.,P.hD, dalam paparannya tentang metode pendekatan penelitian kuantitatif dan pendekatan kualitatif, menyampaikan, kendala ada dalam pikiran mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah skripsi.

Beliau sempat menyinggung kata-kata “Maop” dalam menyusun karya ilmiah terutama skripsi dikalangan mahasiswa sudah menjadi wacana umum di Aceh dan Indonesia. Mestinya maop harus di”bunuh” dalam wanana tersebut. Solusisnya dengan sedikit fokus menguasai metodelogi Penelitian.

Editor: rdk

 

SHARE