“Metode Hazton” Inovasi Tanam Padi Untuk Petani Oleh BI Lhokseumawe

Lhokseumawe – Sebagai salah satu upaya untuk menekan laju inflasi dari komoditi beras, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Lhokseumawe melaksanakan program pengembangan klaster padi dengan menggunakan metode tanam “Hazton,” yang dilakukan di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

“ Metode tanam Hazton tempat asalnya (Kalimantan Barat) sukses mencatat rekor panen sebesar 16 ton per hektar,” ungkap Yufrizal Kepala KPw BI Lhokseumawe, Selasa (31/7).

Sebutnya, diantara beberapa keunggulan dari metode tersebut antara lain, relatif tahan terhadap hama keong mas dan orong-orong, sedikit bahkan tidak ada penyulaman, sedikit bahkan tidak ada penyiangan, umur panen lebih cepat (+15 hari) dan juga mutu gabah lebih tinggi (sedikit beras hampa).

“ Hal yang paling berbeda dari “Hazton” dibandingkan dengan metode konvensional lainnya adalah teknik penanaman padi yang menggunakan 20 – 25 bibit perlubang tanam serta penggunaan semaian bibit tua yang sudah berusia 25-30 HSS (Hari Setelah Semai),” kata Yufrizal lagi.

Lanjutnya, sehubungan dengan hal tersebut diatas dan untuk memaksimalkan keberhasilan program yang dilaksanakan, KPw Bank Indonesia Lhokseumawe, pihaknya melaksanakan  kegiatan Bantuan Teknis (Bantek) Pelatihan Teknik Budidaya Padi dengan Menggunakan Metode “Hazton, yang berlangsung di kantor KPw BI Lhokseumawe, Selasa (31/7), kepada beberapa kelompok tani yang ada di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Diantaranya, Poktan “Kuala Muda” Desa Cot Trieng, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Gapoktan “Ketapang Jaya” Desa Mampreh Kec. Syamtalira Aron, Kab. Aceh Utara dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kota Lhokseumawe dan Kab. Aceh Utara.

Pelatihan yang diikuti oleh 60 (enam puluh)orang peserta terdiri dari anggota Poktan, PPL dan instansi terkait ini menghadirkan narasumber salah satu penemu/penggagas utama metode Hazton Anton Kamaruddin, yang juga merupakan Kepala UPT Pembenihan Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Barat.

“ Dengan adanya pelatihan ini diharapkan agar para anggota Poktan dan seluruh peserta dapat lebih memahami mengenai teknik budidaya padi dengan menggunakan metode “Hazton”, karena metode ini baru dikenal oleh masyarakat Aceh Tahun 2017,” pungkas Yufrizal.(Muchlis)

SHARE