Pengusaha Ekspor Impor Minta Pemerintah Pusat Permudah Surat Izin

Laporan: Baihaqi

Langsa – Sejumlah pengusaha Kota Langsa yang bergerak dibidang Eksport Inport Jum’at (5/1) menghadap Walikota Langsa Tgk.Usman Abdullah,SE untuk menyampaikan keluhan terkait ijin Eksport Impor yang menurut mereka sangat menyulitkan terutama pengusaha menengah kebawah.

Kedatangan mereka tersebut setiba di Pemko Langsa langsung disambut oleh Walikota Usman Abdullah, dan Asisten I  Pemko Langsa Suyitno berseta Kabag Humas M.Husin bertempat Aula ruang rapat Walikota gedung Seketariat Pemko Langsa.

Pada kesempatan itu Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah,SE dihadapan awak media  memaparkan,”Pemerintah kota Langsa sejak dulu telah berupaya untuk menghidupkan kembali pelabuhan yang berfungsi sebagai sarana eksport Inport pengusaha Aceh yang akan membawa dan mengirimkan barang-barang dagangan mereka keluar negeri, baik itu berupa hasil pertanian, maupun hasil laut.

Namun, sampai dengan hari ini, lanjut Walikota, apa yang menjadi harapan  menghidupkan kembali pelabuhan di Aceh khususnya Kota Langsa, seakan-akan ada ganjalan dan terkesan sengaja dicekal dan dihambat oleh pengambil kebijakan dari pusat yang menangani urusan tersebut, sebut Walikota.

Lebih lanjut Walikota  menuturkan,”Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada setiap pertemuan dengan Walikota dan Bupati se Indonesia, presiden selalu mengingatkan agar pihak dinas dan instansi terkait yang ditugaskan didaerah dapat mempermudah semua urusan-urusan daerah yang mengarah kepada kemajuan.

Tapi nyatanya, lanjut Walikota lagi, hal tersebut belum dijalankan dan dilaksanakan sesuai perintah sebagaimana yang diutarakan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dihadapan pimpinan daerah Kabupaten/Kota, ujar Walikota menerangkan.

Ditempat yang sama pengusaha dari PT.Pekola (Pelabuhan Kuala Langsa) yang membidangi ekspor Impor H.M.Muklis pada pertemuan tersebut mengatakan,”Sulit bagi pengusaha didaerah khususnya Langsa dan Aceh umumnya untuk bisa bangkit dan berkembang meningkatkan pendapatan daerahnya melalui usaha pengiriman barang lewat sarana traspotasi laut yang ada didaerahnya.

Realita tersebut menurutnya disebabkan oleh tidak adanya singkrosinasi petugas dari instansi terkait yang ditugaskan di daerah dengan kebijakan pemerintah, disamping juga masih adanya kepentingan-kepentingan pribadi para oknum tertentu yang sengaja mempersulit jalannya proses kepengurusan ijin eksport inport di Aceh, urai Muklis yang ikut didampingi pengusaha lainnya yakni H.Muzakir Abdullah, dan Iswantoro.

Oleh karena itu, lanjut dia lagi, kami sebagai pelaku usaha yang bergerak dibidang Ekspor Inpor di Aceh ini, mengharapkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dan juga instansi terkait lainnya baik itu yang ada dipusat maupun didaerah, agar apa yang menjadi keluhan kebanyakan para pengusaha Aceh tersebut dapat segera terjawab, artinya Aceh berhak juga mengelola dan menghidupkan kembali pelabuhannya sebagaimana yang pernah terjadi dimasa silam, demikian pengusaha.

Editor:rdk

 

SHARE