Peran Keluarga Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Dirumah Selama Pandemi Covid-19

Oleh : Irma Yunita

(Mahasiswa Prodi Antropologi Universitas Malikussaleh)

             Pendidikan merupakan suatu proses dalam mencari ilmu pengetahuan yang menjadi suatu hal wajib untuk didapatkan oleh seluruh anak. Meskipun demikian pendidikan bukan hanya tanggung jawab para  pelajar dan tenaga didik saja, namun termasuk semua pihak yang berkaitan dengan anak termasuk keluarga. Menurut Friedman 1998(Suprajitno, 2004:1) Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan emosi yang memiliki peran masing-masing di dalam bagian keluarga. Adapun Peran keluarga yaitu menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok atau masyarakat. (Effendy 1998 : 34).

Keluarga merupakan inti dalam sebuah masyarakat serta inti dari sebuah komunitas sosial, perlu diperhatikan bahwa sosial dan pendidikan memiliki ikatan yang sangat erat, keluarga jugamenjadi modal sosial terhadap pendidikan seorang anak, maka dari itu keluarga menjadi bagian yang paling penting terhadap motivasibelajar seorang anak dalam menempuh pendidikan.Iskandar (2012) mengemukakan bahwa motivasi belajar adalah daya penggerak dari dalam diri individu untuk melakukan kegiatan belajar untuk menambah pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman. Bagi seoranganak yang tidak memiliki motivasi yang baik dalam belajar maka akan berdampak terhadap hasil akhir yang akan diperoleh nantinya.

Keluarga merupakan aspek penting yang sangat mempengaruhi motivasi belajar seorang siswa, apabila seorang anak mendapatkan kasih sayang, cinta, kasih serta dukungan dari keluarga maka ia akan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar nantinya. Seperti yang dikatakan Slameto (2010), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dalam keluarga, yaitu cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, pengertian orang tua, suasana rumah, keadaan ekonomi, dan latar belakang budaya.

Pada umumnya orangtua yang memiliki pendidikan yang tinggi akan mendorong dan memotivasi anaknya untuk berpendidikan yang tinggi juga, seperti yang disampaikan oleh Slameto (2010) bahwa jika lingkungan anak adalah orang-orang yang terpelajar dan yang baik-baik, mereka akan mendidik dan menyekolahkan anak-anaknya, antusias dengan cita-cita yang luhur akan masa depan anaknya, anak juga akan terpengaruh kepada hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwasebagian besar orangtua yang memiliki pendidikan minimum juga akan memotivasi anak-anak mereka untuk terus belajar dengan giatnyaserta harus terussemangat dalam menuntut ilmu agar bisa menjadi orang yang lebih baik dan sukses nantinya.

Perlu diketahui bahwa perlakuan dan sikap orang tua dan keluarga terhadap anak akan sangat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa atau mahasiswa, sebagian anak yang orangtuanya kaya,dimana orangtuanya sering sibuk dengan urusannya sendiri sehingga lupa memberi perhatian terhadap anaknya, lalu hal ini akan menjadi salah satu faktor sebagian anak yang orangtua nya kaya menjadi malas dan tidak semangat dalam belajar. Selain itu bagi orang tua yang sering tidak perduli terhadap hal apa saja yang dilakukan dan dialami anaknya di sekolah/perguruan tinggi, diluar rumah, atau di lingkungan teman-temannya, ini akan membuat anak merasa tidak diperhatikan sama sekali. Bahkan tak jarang ada orang tua yang tidak pernah mengingatkan anaknya untuk belajar dengan benar dan serius, ini juga akan mempengaruhi lemahnya motivasi anak dalam belajar.

Disamping itu terkait dengan surat edaran Mendikbud RI No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada satuan Pendidikan dan Kebudayaan, yang berisi tentang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sesuai dengan kondisiPerguruan Tinggi masing-masing. Maka dari itu selama pandemi covid-19 sudah mulai menyebar di negeri ini, setiap Perguruan Tinggisudah mulai menerapkan sistem pembelajaran daring sejak Maret 2020 kemarin yang mana Mahasiswa diharuskan untuk belajar dari rumah.Dengan kebijakan yang dibuat pemerintah atas penerapan sistem pembelajaran secara daring, maka penulis menilaiperankeluarga Mahasiswa sangat berpengaruh terhadap motivasi belajarnyadirumah selama pandemi covid-19 ini.Dalam hal ini penulis mengamati bahwa ada banyak Mahasiswa yang merasa jenuh dan bosan terhadap sistem pembelajaran daring ini karena pembelajarannya bukandijalani secara langsung atau tatap muka sehingga tidak dapat mendengar dan menerima materi langsung dari dosen, selain itu Mahasiswa juga tidak dapat melakukan interaksi dan diskusi bersama Dosen dan sesama teman-teman seperti sebelumnya.

Adapun kendala yang dialami oleh sebagian besar mahasiswa selama belajar dirumah di tengah pandemi covid-19 ini yaitukoneksi internetyang sering buruk sehingga Mahasiswa pun tak jarang melewatkan beberapamateri Mata Kuliah, lantas hal ini menjadi tantangan sendiri bagi Mahasiswa untuk harus bertahan sampai akhirhingga sistem pembelajaran kembali normal seperti dahulu.Tidak dapat dipungkiri bahwa seorang Mahasiswa sangat membutuhkan penyemangat dan motivator dalam belajar, terutama peran dari orang tua dan keluarga apalagi ditengah sistem pembelajaran daring yang dilaksanakan dirumah hanya orang tua dan keluarga saja yang dapat ditemui oleh masing-masing Mahasiswa di setiap harinya.

Adapun peran keluarga dalam menyemangati seorang Mahasiswa dirumah seperti ayah, ibu, kakak, dan adik sangat berpengaruh terhadap motivasi seorang Mahasiswa untuk tetap terus semangat dan betah belajar dirumah.Agar menghindari stress berlebihan pada Mahasiswa makakeluarga perlu untuk terus memberi perhatian dan apresiasi kepada Mahasiswa yang ada dirumah, dengan begitu mereka akan merasalebih diperhatikan dan dihargai kerja kerasnyaoleh keluarganya sendiri. Misalnya perhatian kecil atas solusi terhadap suatu keluhan yang dialami oleh seorang Mahasiswa, atau apresiasi atas hasil akhir semester perkuliahan serta prestasi yang didapat oleh Mahasiswa yang berkaitan baik dikampus maupun diluar kampus.

 

Penulis berharap setelah menulis artikel ini maka peran setiap keluarga dalam memotivasi pelajar dan mahasiswa yang ada di masing-masing tempat dapat dioptimalkan lagi sehingga dapat menimbulkan hasil akhir yang maksimal. (*)

NB:

Irma Yunita, Mahasiswi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Peserta KKN PKP (Penulisan Karya Pengabdian) dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak ICHSAN, L.C., M.E.I.

 

SHARE