Peringati Hari Pahlawan, Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Gelar Aksi Berbeda

laporan: Rio O

ZONAMEDIA.CO | Lhokseumawe – Memperingati hari sumpah pemuda 10 November 2018 sekumpulan mahasiswa solidaritas mahasiswa untuk rakyat (SMUR) memperingati nya dengan cara yang berbeda. Minggu 11/11

Dalam aksinya kali ini SMUR bersama Ormawa Himasa menampilkan berbagai penampilan drama, puisi, musikalisasi puisi dan orasi, serta acara dimeriahkan juga dengan penampilan dari grup teater “ara hanyot” dari HIMASA PBSI unimal. Tujuan nya adalah untuk mengingatkan yang lupa , mengakui yang tidak di akui.

Koordinator aksi Risky RM menyebutkan aksi ini adalah aksi mengingat lupa, aksi ini diharapkan bisa membuat masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara kembali mengingat jasa para pahlawannya.

“Semoga dengan aksi ini , seluruh masyarakat sekitaran Lhokseumawe-aceh Utara bisa termotivasi untuk mengenang dan mengingat perjuangan pahlawan yang meninggalkan merdeka nya sendiri untuk memerdekakan bangsa”. Sebut Risky

“para pahlawan telah rela bertumpah darah bahkan kehilangan nyawa demi sebuah cita-cita yang tertuang dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

Menuntut kesejahteraan di tengah persoalan bangsa yang sedang carut marut adalah upaya untuk kembali mengingat cita-cita perjuangan para pahlawan”. Sahutnya.

Tidak hanya itu , Rizqi rahmatullah selaku ketua Umum SMUR menyebutkan saat ini Bangsa Indonesia dalam keadaan sedang tidak baik-baik saja,

” Dinegara ini berbagai bentuk penindasan masih ada , salah satunya bidang ekonomi Kita merasakan betapa tidak stabilnya perekonomian yang ditandai dengan pelemahan rupiah, utang luar negeri yang terus meningkat, kelangkaan BBM subsidi berjenis premium, kelangkaan tabung gas subsidi 3 kg yang berdampak pada kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, serta penyakit sosial dan budaya yang Belakangan ruang publik juga dipenuhi dengan kisruh yang mengancam persatuan. Kita merasa takut untuk berpendapat, keadaan bangsa ini seperti meninggalkan semangat demokrasi yang menjadi buah perjuangan reformasi untuk hidup rukun dan penuh toleransi,”. Tutup risky Rahmatullah.

Editor:rdk

SHARE