Peringati HKN ke 56, BPJS Kesehatan Lhokseumawe “Tepuk Tangan Serentak”

Lhokseumawe – Kehadiran para nakes (tenaga kesehatan) menjadi kunci untuk kesehatan masyarakat dimasa pandemi. Para nakes menjadi garda terdepan untuk menghadapi ganasnya virus yang menyerang saluran pernafasan setiap pasien yang mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan. Untuk itu sudah sepatutnya seluruh masyarakat Indonesia mengapresiasi komitmen kuat yang dijaga oleh para nakes.

BPJS Kesehatan selaku mitra para nakes pun mewujudkan apresiasi kinerja rekan sejawatnya tersebut dengan melakukan tepuk tangan serentak di seluruh Indonesia selama 56 detik bertepatan dengan Hari Kesahatan Nasional ke 56 yang jatuh pada 12 November 2020. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi duta BPJS Kesehatan untuk para nakes yang tak kenal letih berjuang memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat di masa pandemi.

Menanggapi hal tersebut, salah satu nakes yang beroperasional di rumah sakit wilayah kota Lhokseumawe, dr. Alissa Andalia mengatakan bahwa secara pribadi apresiasi dalam bentuk dukungan moril yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan tersebut menyulut semangatnya untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan

“Di zaman sekarang hal-hal seperti ini (dukungan moril) lebih dipedulikan disamping dukungan materiil juga, solidaritas yang tinggi antara nakes dan BPJS penting supaya pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” ujar dokter yang sudah berpengalaman selama enam tahun melayani peserta Program JKN-KIS di RSU Arun Lhokseumawe tersebut.

Lebih lanjut  dr. Alissa menjelaskan bahwa meskipun di awal pelaksanaan JKN pada 2014 lalu komunikasi nakes dan BPJS dirasa kurang harmonis, namun kini hubungan keduanya pun dirasa sudah jauh lebih baik.

“Dulu memang sering tidak romantis, tapi sekarang progresif membaik karena sudah ada agenda diskusi para nakes seperti TKMBKB, jadi makin kesini sudah makin romantis hubungannya,” lanjutnya.

Alissa pun mengatakan dukungan berupa tepuk tangan yang dilakukan serentak oleh BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu tersebut bisa menjadi faktor pendorong para nakes untuk tidak menyerah melakukan perannya sebagai pemberi layanan kesehatan di era pandemi saat ini.

“Saat pandemi seperti ini peran kita bukan hanya di sisi medis, tapi juga ada peran edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan, jadi terima kasih banget kami sudah di support, tanda bahwa BPJS ikut merasakan apa yang kami rasakan,” ujar dr. Alissa.

Untuk itu, selain dukungan dari para sejawat, dr. Alissa berharap masyarakat untuk lebih mengupayakan perlindungan diri dan protokol kesehatan agar seluruh lapisan masyarakat terhindar dari serangan virus corona.

“Kalau keluar itu yang penting-penting saja, tidak perlu bawa anak. Zaman sekarang sudah banyak layanan ojek (jasa pengantaran), bagi-bagi rejeki ke ojek,” jelas dr. Alissa.

Di akhir perbincangan dokter muda berusia tiga puluh dua tahun itu menganjurkan masyarakat untuk patuh menggunakan masker dalam beraktifitas. “Minimal pakai masker. Masker itu bukan buat nakut-nakutin. Pakai masker kan tidak susah, untuk kesehatan kita bersama,” tutupnya. (rel/Muchlis)

SHARE