PESAWAT, Bantu Bocah Penderita Lumpuh Di Sungai Raya Yang Luput Perhatian Pemerintah

Laporan: Furqan

ZONAMEDIA.CO | ACEH TIMUR – Keluarga Besar Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) serahkan bantuan alakadar kepada Muhammad Yusuf (10), asal Dusun Bahagia, Desa Buket Drien, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur yang menderita lumpuh, selasa (9/1/2018).

Bantuan dalam bentuk uang tunai diserahkan langsung kepada M Yusuf oleh Bendahara PESAWAT T Munzir didampingi ketua Umum PESAWAT Ismail Abda dan Ardiansyah serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua PESAWAT Ismail Abda mengatakan, penyerahan bantuan yang merupakan bentuk perhatian dan kepudulian Organisasi Wartawan yang di pimpinnya, untuk M Yusuf.

” Bantuan kita berikan untuk membantu mengurangi beban keluarga M Yusuf, memang nilainya tidak seberapa, tapi inilah kemampuan kita membantu keluarga miskin ini “. Ujar Ismail Abda.

Kepada keluarga M Yusuf, Ismail Abda berpesan agar tabah menghadapi cobaan Allah atas penderitaan M Yusuf.

Seperti diberitakan sebelumnya M Yusuf (10), anak ke empat dari pasangan Alm Sofyan dan Jubaidah (40) ini sudah menderita lumpuh sejak berumur 7 bulan.

Selain tidak bisa bicara dan berjalan,  badan M Yusuf dari hari ke hari semakin mengecil dan kaku. Ibunya tak mampu berbuat banyak karena keterbatas ekonomi.

Jubaidah (40), sang ibu yang setia hanya bisa mengucurkan air mata disaat anak bungsunya menangis. Konon lagi Jubaidah tak mengerti apa yang membuat anaknya menangis.

Minggu (7/1) kala itu Jubaidah menceritakan kepada wartawan, Pada saat lahir anaknya (M Yusuf) sehat dan normal, namun pada saat berumur 7 bulan, M Yusuf terserang penyakit demam yang berlebihan hingga mengalami step (kejang).

” waktu lahir sehat pak seperti bayi yang lahir normal, umur 7 bulan diserang panas dan sempat step, waktu itu kami bawa ke dokter praktek dan selanjutnya berobat jalan di Puskesmas, tapi kondisinya semakin memburuk”. Ujar Jubaidah sedih.

Didampingi Zailani Kepala Lorong setempat, Jubaidah menuturkan, Saat itu Ia bersama suaminya Alm Sofyan terus berusaha membawa M Yusuf berobat kemana-mana, namun kondisinya tak kunjung membaik.

Yang lebih menyedihkan lagi, ditengah anaknya menderita sakit, Sofyan, sang suami tercintapun pergi untuk selamanya menghadap Sang Khaliq akibat sakit.

Meskipun demikian, selain harus menanggung beban keluarga, Jubaidah terus berusaha membawa M Yusuf berobat ke Puskesmas dan Rumah Sakit setempat walau hanya berbekal kartu BPJS.

Menurut Jubaidah, pada tahun 2011 lalu anaknya pernah dirujuk ke RS Zainal Abidin Banda Aceh untuk di Operasi, dan dokter mengambil tindakan dengan memasang selang dari kepala hingga ke perut.

Meski telah dioperasi, kondisi M Yusuf tak kunjung membaik hingga saat ini, Jubaidah hanya mampu mengurut dada dan mengucurkan air mata dengan kondisi anak bungsunya itu.

Betapa tidak, sejak Suaminya meninggal,  selain mengurus M Yusuf yang sakit, Jubaidah juga harus menyekolahkan dua kakaknya M Yusuf yakni Nurfadilah dan Yusra yang kini sedang duduk dibangku kelas 3 dan kelas 1 SMA.

Sementara hari-hari Jubaidah berjualan pisang goreng di dekat rumahnya yang penghasilannyapun hanya cukup untuk makan.

Untuk memenuhi kebutuhan lainnya, Jubaidah terpaksa dibantu dua anak perempuannya untuk mencari nafkah dengan menjadi tukang cuci di rumah orang.

Kehidupan Janda miskin dan tiga anak yatim dari empat saudara ini (putra ketiga Jubaidah telah Almarhum) sungguh memprihatinkan memang. Lebih-lebih M Yusuf yang hanya bisa menangis dan berbaring.

Selain itu, keluarga ini juga tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sudah tidak layah huni lagi, beratap rumbia dan berdinding tepah bambu serta berlantai tanah.

Diakhir cerita, kepada wartawan yang berkunjung langsung ke kediamannya bersama tokoh masyarakat setempat waktu itu, Jubaidah sangat berharap uluran tangan Hamba Allah dan khusunya perhatian Pemerintah demi kesembuhan putra bungsunya dan kehidupannya yang layak.

Semoga ada yang peduli, ” Harapnya. (*)

Editor:rdk

SHARE