Polres Langsa Gelar Press Release Pengungkapan Ibu Bunuh Anak Kandung

Laporan: Baihaqi 

Kapolres Langsa AKBP Andi Hermawan,SIK,M.Sc didampingi Kasat Reskrim IPTU Agung Wijaya Kusuma,SIK memaparkan kronologis kasus pembunuhan berencana yang dilakukan tsk SY (21) terhadap bayi laki-lakinya, Kamis 28-3-2019. (Foto Boy)

ZONAMEDIA.CO|LANGSA : Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP A/19/III/RES.1.7./2019/Res Langsa, tanggal 27 Maret 2019 tentang tindak pidana pembunuhan berencana dan atau menghilangkan nyawa orang lain terhadap anak dibawah umur, Polres Langsa gelar Press Release bertempat Aula pertemuan Mapolres setempat, Kamis (28/3).

Kapolres Langsa AKBP Andi Hermawan,SIK,M.Sc didampingi Kasat Reskrim IPTU Agung Wijaya Kusuma,SIK dihadapan awak media menjelaskan,  “berawal pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2019 sekira jam 09.00 Wib Tim Resmob mendapat informasi tentang tindak pidana pembunuhan berencana yang terjadi di dusun Rukun Gp.Blang Kec.Langsa Kota Pemko Langsa.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan ternyata sebagai pelakunya adalah ibu kandung korban sendiiri inisial SY, dan Polisi pun segera mengamankan SY untuk selanjutnya dilakukan intrograsi terhadap SY. Setelah melalui proses tersebut, SY akhirnya mengakui dirinya sebagai pelaku, ungkap Kopolres.

Lebih lanjut Kapolres mengisahkan, berawal tersangka SY hendak memandikan korban, pada saat memandikan korban, tiba-tiba tersangka merasa kesal terhadap suami tersangka karena selama ini suaminya tidak mau bekerja mencari nafkah dan hanya tersangka yang berkerja meminta-minta untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari.

Berawal dari itu, tambah Kapolres lagi, tersangkapun melampiaskan kekesalannya terhadap korban dan melemparkan korban kedalam bak mandi yang berada didalam kamar mandi, lalu tersangka membiarkan korban tenggelam didalam bak mandi tersebut dan meninggalkannya selama 30 menit.

Ketika tersangka kembali, tersangka melihat korban posisinya sudah terlentang dan terapung didalam bak mandi dan sudah membiru dibagian bibir dan lidahnya, terang Kapolres dalam press releasenya.

Sementara itu modus operandi dalam kasus ini, setelah dilakukan upaya penyelidikan dan penyidikan oleh pihak penyidik Polres Langsa, untuk motif dalam kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 (satu) buah Handuk bewarna putih.

Terkait kasus ini penyidik Polres Langsa menerapkan pasal yaitu pasal 340 Jo Pasal 338 KUHPidana Subs Pasal 80 Ayat (3), Ayat (4) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman Pidana mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu atau penjara selama (20) tahun. Kemudian Pasal 338 dengan ancaman hukuman penjara paling lama (15) tahun.             
Selanjutnya Pasal 80, Ayat (3), dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama (15) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3.000.000.000,- (tiga miliyar rupiah). dan pada Ayat (4), Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), Ayat (2), dan Ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya.

Langkah dan upaya yang sudah dilakukan Polisi Polres Langsa antara lain mengamankan barang bukti, melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi, melakukan penyitaan terhadap barang bukti, melakukan koordinasi terhadap JPU (Jaksa Penuntut Umum).

Sedangkan rencana tindak lanjut yaitu melengkapi Administrasi Penyidikan, melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terskait serta mengirimkan berkas perkara Tsk SY Ke JPU (tahap I) dan selanjutnya mengirimkan tersangka dan barang bukti Ke JPU (tahap II), demikian Press Release.

Editor:rdk

SHARE