Sebanyak 32 Siswa PAUD Terancam Putus Sekolah

Laporan: Baihaqi

Siwa-siswi PAUD Almadani mengharapkan ada pihak terkait Pemko Langsa yang ikut campur tangan menyelesaikan kisruh geuchik dengan Pengurus Yayasan PAUD Almadani. (Foto Red)

ZONAMEDIA.CO| LANGSA : Sebanyak 32 orang siswa PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) tahun ajaran 2018-2019 digampong Serambi Indah Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa akan terancam putus sekolah.

Pasalnya, geuchik terpilih inisial MA telah melayangkan surat kepada Pengurus PAUD yang lama agar segera mengosongkan gedung yang selama ini mereka pakai untuk proses belajar mengajar meskipun ijin pemakaian gedung belum habis, demikian Wali siswa yang enggan namanya ditulis Wartawan, Jum’at (17/5).

Dijelaskannya, sejak berdiri tahun 2017 PAUD yang diberi nama Almadani ini merupakan satu-satunya sarana belajar mengajar bagi Anak Usia Dini digampong Serambi Indah. PAUD Almadani mempunyai legalitas yang diakui dan terdaftar sehingga kami tertarik untuk menitipkan anak-anak kami pada sekolah-sekolah yang statusnya jelas seperti PAUD Almadani, sebutnya.

Ia menambahkan, namun beberapa waktu belakangan ini, akibat adanya kisruh yang diduga dikondisikan oleh rezim Pemerintah desa yang baru dengan para pengurus Yayasan PAUD Almadani, membuat kami jadi tidak tenang, kami takut akan terhambatnya proses belajar mengajar anak-anak kami nantinya, ujarnya.

Atas kejadian ini, lanjutnya lagi, kami mengharapkan agar pihak terkait Pemerintahan desa dalam hal ini Tuha Peat untuk dapat dengan segera mengambil langkah-langkah penyelesaian karena hal itu penting demi untuk kelangsungan pendidikan bagi anak-anak yang ada di desa khususnya Serambi Indah, pungkasnya.

PAUD Almadani merupakan PAUD pertama kali yang kepengurusannya terdiri dari tokoh dan unsur masyarakat setempat, mereka sama-sama membangun dan menjadikan PAUD tersebut menjadi PAUD yang diakui legalitasnya jelas, namun akibat adanya kisruh geuchik dengan Pengurus Yayasan, kini PAUD idaman masyarakat satu-satunya digampong tersebut tidak dapat lagi menjalankan aktifitasnya sebagaimana sebelumnya.

Meskipun ijin pemakaian gedung masih sangat lama yaitu sampai dengan tahun 2022, geuchik inisial MA tetap bersikekeh meminta pengurus Yayasan pindah dan keluar dari lokasi tempat dimana PAUD Almadani itu menjalankan kegiatan proses belajar mengajar.

Disisi lain pihak terkait Kecamatan yang telah bolak balik mengintruksikan agar permasalahan tersebut diselesaikan secara musyawarah, namun hingga saat ini tidak ada satupun pihak terkait desa yang mampu mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai, akibatnya anak-anak desa yang masih polos terkena imbasnya.

Editor:rdk

SHARE