Sebulan, Kebutuhan BBM Nelayan di Lhokseumawe Capai 296.410 Liter

Lhokseumawe – Biaya kebutuhan bakar bakar jenis solar yang dikeluarkan oleh nelayan di Kota Lhokseumawe, mencapai Rp 2.591. 161.500 atau sebanyak 296.410 liter selama bulan Juni 2019.

Dari informasi Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pusong, Lhokseumawe, menyebutkan, tingkat kebutuhan BBM jenis solar yang digunakan oleh nelayan yang beroperasi di PPI Pusong Lhokseumawe lebih meningkat dari bulan sebelumnya, ungkap Asmadi Kepala UPT PPI Pusong Lhokseumawe, Jumat (5/7).

Lanjutnya, meningkatnya jumlah pengunaan bahan bakar solar oleh nelayan pada bulan Juni dibandingkan bulan sebelumnya, karena aktivitas nelayan yang mencari ikan disekitar wilayah perairan Lhokseumawe dan Aceh Utara lebih tinggi.

“ Pada bulan Juni aktivitas melaut lebih tinggi dari bulan sebelumnya, karena kondisi cuaca yang juga bersahabat, sehingga tingkat konsumsi bahan bakar juga lebih meningkat,” ujar Asmadi.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, terkait aktivitas pelayaran kapal penangkap ikan dengan berbagai jensi yang pulang pergi dari PPI Pusong dalam sebulan terakhir seimbang yang tercatat sebagai berikut, untuk jumlah kedatangan sebanyak 207 unit kapal. Sedangkan jumlah keberangkatan kapal tercatat sebanyak 203 unit kapal, katanya.

Tambahnya, sedangkan wilayah wilayah pencarian ikan oleh nelayan Lhokseumawe dilakukan di WPP 571, yakni diwilayah perairan Selat Malaka. Sementara jenis kapal penangkap ikan yang beroperasi dari PPI Pusong adalah mulai dari ukuran mesin 5 GT hingga 104 GT, pungkasnya.(Muchlis)

SHARE