Seketaris Sekber Bantah Pemko Langsa Ingin Kuasai Tanah Rakyat

Laporan: Baihaqi

ZONAMEDIA.CO|LANGSA : Seketaris Sekber (Sektariat Bersama) pengembalian Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Lindung Kemuning Kota Langsa Fauziah,SH membantah pemberitaan yang dimuat oleh salah satu media online tertanggal 15 Agustus 2018 beberapa hari lalu.

Sekber yang anggotanya terdiri dari unsur Pemerintah Kota Langsa dan sejumlah lembaga Pemerhati lingkungan seperti wwf, Walhi, YSI dan LSM cakradonya ini, mereka sangat menyesalkan tundingan yang dilontarkan penggugat melalui kuasa hukumnya Muslim A.Gani yang mengatakan Pemko Langsa rampas tanah rakyat.

Sebenarnya, lanjut dia, tanah yang digugat oleh syafruddin tersebut pada pembuktian di persidangan terbukti bahwa syafruddin telah menerima penanyah (ganti rugi tanaman) dari pemko langsa sehingga atas dasar tersebut Pengadilan Negeri (PN) Langsa akhirnya memutuskan menolak gugatan syafruddin dan menyatakan bahwa sertifikat tanah miliknya tidak berkekuatan hukum.
Oleh karena itu, tegas dia lagi, Pemko Langsa bukan ingin menguasai tanah milik rakyat justru malah sebaliknya menyelamatkan harta negara kawasan hutan lindung desa Pondok Kemuneng yang telah dikuasai oleh penggugat Syafruddin, “ini kan aneh, mereka yang menguasai lahan negara Pemko Langsa ketiban pulungnya, ucapnya dengan nada keheranan.

Lebih lanjut Fauziah mengatakan, penggugat Syafruddin melalui kuasa hukumnya Muslim A.Gani seharusnya tidak tergopoh-gopoh mengeluarkan statedment bahwa Pemko Langsa ingin menguasai tanah rakyat, dan perlu juga kita ketahui bahwa menang ditingkat banding belum memberi harapan bagi sipenggugat untuk dapat menguasai lahan yang sudah jelas-jelas masuk kawasan hutan lindung , artinya kawasan terebut kawasan yang dilindungi oleh negara, demikian Sektaris Sekber Fauziah,SH kepada Wartawan saat dijumpai disalah satu Caffe Jl.Ayani kota Langsa, Sabtu (18/8).

Terkait kenyataan ini Fauziah dan anggota Sekber lainnya berharap agar masyarakat tidak terprovokasi dengan pemberitaan-pemberitaan yang menunding Pemko Langsa ingin merampas tanah milik rakyat. “Mari sama-sama kita dukung itikad baik Pemerintah Kota Langsa dalam upayanya mengembalikan fungsi keperuntukan hutan lindung Pondok Kemuneng kepada fungsi aslinya, tutup Fauziah mengharapkan masyarakat tidak terpancing dengan kompanye terbalik yang tidak sesuai dengan kasus yang sebenarnya.

Sementara itu hasil surve yang dilakukan kelokasi kawasan hutan lindung Pondok Keumuneng oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Propinsi Aceh jelas-jelas menyatakan lahan milik Syafruddin berada dan terletak dikawasan hutan lindung, oleh sebab itu pihaknya akan berupaya mengembalikan kawasan hutan tersebut kepada fungsinya.

Masyarakat tidak dibenarkan memiliki harta negara untuk kepentingan pribadi diluar prosedur  yang telah ditetapkan oleh negara, hutan lindung yang berfungsi sebagai penyanggah air yang sangat dibutuhkan oleh setiap individu masyarakat, itu harus tetap terpelihara dan kita jaga bersama, pungkasnya.

Editor:rdk

SHARE