Selamat Milad Bapak Nasionalisme Aceh

Editor:rdk

Lhokseumawe – Aktivis Unimal Rizki Wahyudi, memperingati hari milad Teungku Hasan Muhammad di Tiro (lahir di Tiro, Pidie, Aceh, 25 September 1925 – meninggal di Banda Aceh, Aceh, 3 Juni 2010 pada umur 84 tahun) adalah seorang tokoh pendiri Gerakan Aceh Merdeka, sebuah gerakan yang berusaha memperjuangkan kemerdekaan Aceh dari Indonesia.

Rizki Wahyudi, Gerakan tersebut resmi berdamai lewat perjanjian Helsinki pada 2005 dan melucuti senjata. Hasan Tiro adalah “Wali Neughara”, karena beliau adalah keturunan ketiga Tengku Chik Muhammad Hasan di Tiro, pahlawan nasional yang berperang melawan Belanda pada 1890an, jelasnya kepada zonamedia.co, Selasa (26/9/2017).

“Rizki Wahyudi, Tujuh tahun kepergian Sang Wali dan Dua belas tahun GAM telah berdamai dengan RI dengan lahirnya MoU Helhsinki dengan mengacukan enam poin besar yang berpontensi memajukan aceh dari banyak segi. Jika dengan poin-poin MoU Helhsinki tersebut berhasil di implementasikan itu akan bisa di pastikan tidak ada lagi pemberontakan seperti halnya Daod Beureu’eh dan Hasan Tiro” jelasnya.

“Realitas kedamain aceh masih belum terlalu kondusif, ini kita buktikan dengan adanya beberapa MP-GAM yang di luar negeri yang saban hari selalu mengkampanyekan isu-isu kemerdekaan aceh kembali yang secara diam-diam di aceh sendiri sudah ada pengikutnya. Bila ini memang benar terjadi, tidak terpungkiri aceh akan kembali bergejolak, dan ini bukanlah keinginan rakyat aceh, Tegasnya.”

“Mengingat konstribusi yang nyata seorang Hasan Tiro sudah sepatutnya kita tidak boleh sekali-sekali mendeskriminasi gagasan beliau adalah perang semata-mata, karena di buku-bukunya dan di video-videonya beliau menyatakan bahwa perang adalah jalan terakhir. Beliau adalah orang yang telah mampu meng-aceh-kan kembali Bangsa Aceh” jelasnya.

“Rizki Wahyudi menambahkan, Hari ini, Aceh telah damai tetapi gagasan kemerdekaan akan tetap masih ada di dalam benak hati setiap generasi aceh guna mewujudkan kemerdekaan aceh di bidang Agama, Ekonomi, Politik maupun Budaya. Generasi aceh harus mampu mendobrak batas-batas pemikiran untuk menyaksikan kekuatan cinta yang tertinggi dari leluhur sampai ke generasi kita sekarang”.

“Selamat Ulang Tahun Bapak Nasionalisme Aceh. Hasan Tiro itu tidak mati tetapi berlipat ganda. Salam Tiroisme”, ucap Rizki Wahyudi.

Muhammad Furqan

SHARE