Tersingung Karena Ditegur Tukang Becak Bacok Pemilik Kebun

Kasat Reksrim Polres LHokseumawe AKP. Indra T. Herlambang memperlihatkan parang yang dgunakan oleh tersangka untuk menghabisi korban, Rabu (11/9). (Zona Media/ Muchlis)

Lhokseumawe- diduga tersingung karena ditegur oleh pemilik kebun, seorang warga Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, membacok pemilik kebun hingga tewas didalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kejadian yang terjadi pada hari Selasa (10/9),sekitar Pukul 16.00 Wib di Desa Jeulikat tersebut dilakukan oleh pelaku yang berinisial MA (46), pekerjaan tukang becak yang beralamat di Desa Jeulikat. Sedangkan korban berinisial MR (58) warga Desa Uteun Kot, Kecamatan Muara Dua, pekerjaan pensiunan TNI.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP. Indra T. Herlambang mengatakan, berdasarkan tersangka dan juga saksi-saksi yang ada di TKP yang melihat, bahwa korban melintas dijalan kemudian bertemu dengan tersangka.

Lalu korban menegur tersangka agar tidak lagi mengambil buah-buahan dikebunnya. Akhirnya terjadi ceksok dan tersangka menyerang korban. Setelah korban terjatuh tersangka mengambil parang dari sepeda motor korban,Kemudian membacok korban sebanyak tiga kali ditengkuknya. Akhirnya korban  terluka berat dan dilarikan kerumah sakit dan meninggal didalam perjalanan.

Setelah itu kejadian tersebut, tersangka masuk kedalam rumahnya dan masih memegang senjata tajam.  Kemudian polisi mempertimbangkan untuk menangkapm tersangka didalam rumahnya yang masih memegang senjata tajam.

“ Sampai akhirnya, kami bertemu dengan personil Brimob dari Kompi setempat yang tidak jauh dari lokasi tersebut dan meminta menembakkan gas air mata sebanyak Tiga kali kedalam rumah tersebut. Setelah itu tersangka keluar dengan memegang parang dan kami meminta tersangka membuang parangnya. Setelah membuang parangnya, tersangka langsung diringkus oleh polisi sembar memberikan perlawanan,” jelas Kasat Rekrim.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa parang yang digunakan oleh tersangka untuk membacok dan sepeda motor korban.

Sambung Kasat Reksrim, masyarakat setempat memberitahukan kepada kami mungkin tersangka mengalami gangguan kejiwaan. Akan tetapi belum bisa memutuskan apakah tersangka benar mengalami gangguan kejiwaan, karena belum melakukan pemeriksaan psikologi.

“Selama melakukan pemeriksaan, penyidik berpendapat bahwa tersangka jauh dari gangguan kejiwaan. Namun berdasarkan permintaan masyarakat tetap akan melakukan tes kejiwaan,”  terang AKP. Indra T. Herlambang. (Muchlis)

SHARE