Tingkatkan Kompetensi, Dokter Penanggungjawab Ikutkan Mentoring Spesialis

foto: BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe.

Lhokseumawe – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan selaku penyelenggara jaminan sosial kesehatan mengadakan pertemuan mentoring spesialis yang dihadiri oleh perwakilan dinas kesehatan dan seluruh dokter umum penanggung jawab Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara dan Bireuen,  Selasa (30/7).

Pertemuan yang dipusatkan di Lhokseumawe tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memaksimalkan kemampuan dokter umum di FKTP agar mampu menangani pasien di tingkat pertama tanpa harus merujuknya ke tahap lanjut atau rumah sakit.

Acara yang menghadirkan Tiga orang dokter spesialis sebagai pemateri pada acara, antara lain,  dokter spesialis THT, spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis mata. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri perwakilan organisasi profesi dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe melalui Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Muhammad Iqbal, meyampaikan bahwa pihaknya sangat mengharapkan peran aktif para dokter dan masyarakat untuk berobat dan mengakses layanan sesuai dengan kebutuhan.

“Masih banyak  hasil diagnosa yang bisa ditangani di tingkat FKTP tapi malah dirujuk, jadi mari kita bersama-sama menjaga program ini agar tetap berlangsung secara berkesinambungan,” ujar Muhammad Iqbal.

Dalam pembuka acara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Said Alam Zulfikar, mengharapkan partisipasi dari seluruh tenaga medis agar selalu mematuhi ketentuan dan terus meningkatkan kompetensi ilmu.

 “ Kita jangan sampai lupa bahwa peran utama fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas klinik dan dokter keluarga adalah untuk melakukan tindakan promotif, preventif, dan juga upaya kuratif, jadi kita harus mampu dan memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang komprehensif,” jelas Said.

Disamping itu, Ketua IDI Cabang Lhokseumawe dr. Amroelloh dalam sambutannya juga mengharapkan para dokter dapat memanfaatkan momentum acara ini untuk meningkatkan kompetensi.

“Kita sebagai dokter harus berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah memfasilitasi kita untuk dapat meningkatkan kompetensi dan ilmu kita dengan menghadiri tiga dokter spesialis yang siap membagi ilmunya pada hari ini,” ujarnya.

Salah satu pemateri, Dr. dr. Indra Zachreini, Sp. THT-KL (K) mengatakan dalam materi yang disampaikan bahwa harusnya dilakukan beberapa penatalaksanaan diagnosa-diagnosa yang ditetapkan.

 “Diagnosa faringitis yang masih bisa ditangani di puskesmas harusnya tidak usah dirujuk, bisa ditangani oleh dokter umum, hanya pada diagnosa faringitis komplikasi saja yang harus dirujuk, tindakan kita disesuaikan dengan kebutuhan peserta agar mereka mudah ditangani,” ujar dr. Indra.

Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kualitas layanan para dokter di FKTP sehingga terpenuhinya kebutuhan masayrakat dan terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera. (Muchlis)

SHARE