TKI Aceh Terjebak dan Dipekerjakan paksa di Perkebunan Sawit, Haji Uma Koordinasi dengan KBRI

Laporan:Furqan

Ilustrasi (Net)

ZONAMEDIA.CO | Banda Aceh – H. Sudirman alias Haji Uma yang merupakan anggota DPD RI asal Aceh merasa geram setelah mendapat laporan bahwa masih ada sebelas warga Aceh yang terjebak dan dipaksa untuk bekerja tidak manusiawi di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah Kuching, Serawak, Malaysia.

Menurut Haji Uma, hal tersebut diketahui paska salah satu TKI asal Aceh yang ikut terjebak melaporkan kondisi mereka secara diam-diam kepada dirinya melalui sambungan telepon.

“Saya sangat geram setelah menerima laporan salah satu TKI Aceh. Karena ternyata ada 11 TKI Aceh dan satu TKI asal Sulawesi Selatan yang saat ini masih terjebak disana dan ini adalah bagian dari TKI Aceh yang sebelumnya sempat melarikan diri dengan melewati wilayah perbatasan di Entikong, Kalimantan Barat pada waktu sebelumnya”, ujar Haji Uma, Rabu (20/2).

Kegeraman Haji Uma tidak terlepas oleh kisah para TKI Aceh selama dipekerjaan diperkebunan sawit itu oleh seorang agen bernama Hengki yang saat ini menjadi buronan pihak kepolisian karena laporan praktik penjualan manusia pada dua kasus terdamparnya warga Aceh di Entikong, Kalimantan Barat yang merupakan wilayah perbatasan dengan Malaysia.

Haji Uma menuturkan bahwa kondisi dari warga Aceh yang masih terjebak di perusahaan sawit tersebut sangat miris, mereka dipekerjakan tanpa kontrak kerja dan hanya diberi upah 500 ribu rupiah per bulan. Hal tersebut tidak sesuai dengan janji awal saat mereka diberangkatkan untuk bekerja disana.

Mendapat laporan dari TKI Aceh tersebut, Haji Uma mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Serawak dan polisi diwilayah perbatasan dalam upaya pembebasan terhadap TKI Aceh tersebut.

“Kita telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dalam upaya advokasi dan pembebasan kedua belas TKI tersebut. Sesuai hasil koordinasi dengan KBRI, kita akan menyurati pihak KJRI Kuching, serawak secara resmi guna meminta bantuan advokasi serta pembebasan bagi para warga Aceh tersebut”, ungkap Haji Uma.

Haji Uma melanjutkan bahwa dirinya telah mendapat data dari kedua belas TKI Aceh yang dikirimkan kepadanya. Bahkan satu diantaranya adalah wanita. Data tersebut nantinya akan dikirimkan kepada pihak KJRI di Kuching.

Berikut ini adalah data diri kedua belas TKI Aceh yang saat ini terjebak dan dipekerjakan tidak sebagaimana mestinya di areal perkebunan kelapa sawit di daerah Kuching, Serawak.

  1. Nur Halimah, asal Desa Blang Nisam Kecamatan Indra Makmur (Aceh Timur)
  2. Afifuddin, asal Desa Paya Peulawi Kecamatan Birem Bayeun (Aceh Timur)
  3. Syahril, asal Desa Alue Ie Mirah Kecamatan Pante Bidari (Aceh Timur)
  4. Zulfitri, asal Desa Gampoeng Aceh Kecamatan Idi Rayeuk (Aceh Timur)
  5. Irmansyah, asal Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tenggulun (Aceh Tamiang)
  6. M. Amin S, asal Desa Suka Rakyat Kecamatan Rantau (Aceh Tamiang)
  7. Adi Rahman, asal Desa Paya Bujoek Si leumak (Kota Langsa)
  8. Sadikin, asal Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tenggulun (Aceh Tamiang)
  9. Supriadi, asal Desa Rantau Pauh Kecamatan Rantau (Aceh Tamiang)
  10. Beny Pranata, asal Desa Rantau Pawuh Kecamatan Rantau (Aceh Tamiang)
  11. Suardi, asal Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tenggulun (Aceh Tamiang).
  12. Ari Agus Kurniawan, asal Kalegowa, Sumpa Opu Kabupaten Gowa, Sulawesi Selata.
SHARE