Warga Seunuddon Tinggal Dirumah Tak Layak Huni

Warga Seunuddon Tinggal Dirumah Tak Layak Huni

Seunuddon – Gubuk reot itu tak lagi berdiri tegak. Enam tiang di setiap sudutnya tak lagi sejajar. Atap daun rumbia pun tak lagi utuh menutupi bagian atas rumah. Setengah dinding rumah itu rontok, lapuk di makan usia.Di istana selebar 6×8 meter itulah Wahidin (48) Warga Paya Dua Uram Kecamatan Seunuddon Aceh Utara berlindung dan menghabiskan hari-hari bersama istri dan empat anaknya yang masih sekolah. Kegiatan sehari hari wahidin adalah mencari ikan payau untuk bisa di jual ke pasar yang ada di kota Panton Labu sedangkan istrinya Asmiati (40) seorang petani yang setiap hari mencari rezeki ke sawah orang dengan upah sedikit itupun jika musim turun ke sawah pun tiba, jika tidak pergi ke sawah asmiati hanya menjadi ibu rumah tangga di karnakan tidak ada pekerjaan lain,Empat Anaknya, yang sekarang sedang bersekolah yaitu anak pertama Puspa Indah Sari, (18) yang sedang menimba ilmu di sekolah SMA Negeri 1 Seunuddon duduk, adiknya Tia Maharani, (14) Kelas 1 SMP Negeri 1 Seunuddon ,Rini Angraini (10) Kelas empat SD. Ananda Rizka (2).Siang itu Senin, 8/05/2017 Wahidin sedang menyiangi ikan terlihat lesu di sebabkan hari ini hanya beberpa ekor saja ikan gabus yang dia dapatkan dari hasil kerja kerasnya sehari penuh, Menurut wahidin, pekerjaan itu dia ambil di karnakan pekerjaan lain tidak ada, walaupun begitu, setiap hari dirinya selesai pulang dara payau, dirinya berangkat menjual ikan gabus itu ke pasar Panton Labu dengan menaiki RBT dari desa Paya Dua Uram ke kota Panton Labu dengan ongkos RBT  lima belas ribu rupiah.Begitupun bila di bandingkan dengan hasil menjual ikan gabus, dia hanya mendapatkan sekitar dua puluh ribu rupiah perhari, itupun jika ada ikan yang bersarang di pancing nya. Untuk memenuhi kebutunan kehidupan sehari-hari saja saya tidak cukup, apalagi harus membuat rumah.Ia berharap, “semoga ada para dermawan yang ingin membantu membagun rumah saya”. Selama 18 Tahun sudah saya tinggal di rumah ini, banyak hal yang sangat saya sedih, pasalnya di saat musim hujan tiba rumah saya selalu tergenang air sekitar 30 centi di dalam rumah. Jika hujan Di malam hari,saya bersama istri dan anak – anak saya, saya  tidak tidur, karena atab rumah bocor, terpaksa kami harus menunggu redanya hujan, baru kami tidur, ” Ungkapnya.(adi)

Editor: ANM

loading...
SHARE