Corona: Antara Virus dan Budaya Baru

Oleh : Faizul Aulia (Mahasiswa Antropologi Unimal)

“Wabah yang menyerang dunia saat ini menjadi catatan  yang akan menjadi sejarah masa depan. Kehadiran wabah yang disebut dengan virus Corona atau juga dikenal dengan Covid-19, telah mengurangi aktifitas manusia sebagai upaya penghentian penyebarannya sehingga dengan sendirinya akses menjadi terbatas.”

Sampai saat ini, tercatat ada 4.072.747 kasus yang terjadi diseluruh dunia, sedangkan di Indonesia ditemukan ada 13.645 kasus, sebagaiman dilansir dari Wordometer.

Sebagai salah satu upaya penghentian penyebaran virus tersebut, pemerintah menerapkan Sosial Distancing, dengan harapan dengan berkurangnya aktivitas yang berkumpul massa maka akan berkurang pula intensitas penyebarannya. Seperti diketahui, kemunculan virus yang terjadi di Wuhan pada pengujung tahun 2019 memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Mulai dari aktifitas ekonomi, sosial dan budaya menjadi berkurang.

Melihat fenomena akibat yang sedang terjadi sekarang hampir diberbagai belahan dunia yang berimbas kepada berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan aktifitas sehari –hari.  Sehingga harus beradaptasi dengan wabah ini supaya tidak sampai membawa petaka.

Di berbagai daerah di Indonesia, pemerintah daerah melakukan kegiatan pencegahan sebagaimana dengan diberlakukannya pembatasan sosial pada berbagi aktivitas sosial yang berlaku didalam masyarakat. akibat dari adanya pembatasan sosial tersebut, pemerintah juga membuat program baru berupa bantuan kepada masyarakat yang terdampak virus tersebut.

 

Perubahan Aktifitas

Setelah kian banyak peraturan yang diberlakukan dengan standar SOP, banyak dari pada masyarakat yang telah ikut serta menjalankan peraturan tersebut agar terhindar dari virus ini. Mereka yang diibaratkan sebagai susu dan virus sebagai nila menjadikan penerapan tersebut harus betul dijalankan.

Perjalanan penerapan tersebut dalam kurun waktu berjalan, akan memberikan dampak baru bagi aktifitas masyarakat untuk beradaptasi dengan virus. Saat – saat penerapan peraturan pada setiap desa harus menyediakan tempat cuci tangan dan pemakaian masker pada masyarakat, ini memberikan aktifitas baru yang setiap harinya tidak dapat ditinggalkan.

Pemberlakuan pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah yang tidak hanya pada lingkungan masyatakat semata, akan tetapi juga pada ranah pendidikan juga berlaku. Sekolah mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi juga menerapkan distancing social tersebut.

Sebelum kemunculan Corona ini, mahasiswa dengan semangatnya memasuki ruang dan bercanda ria bersama teman, anamun hal langsung berubah saat virus dikabarkan mulai menyebar ke wilayah Indonesia.

Sistem belajar mengajar secara tatap muka, langsung berubah polanya menjadi pembelajaran secara daring atau disebut belajar online. Bagi mahasiswa yang mengalami keterbatasan akses jaringan menjadi sebuah kendala didalam mengaplikasi sistem daring tersebut.  Bahkan, keterbatasan biaya didalam membeli  kuota internet juga menjadi kendala. Sehingga dengan adanya bantuan kuota gratis dari kampus seperti yang dilakukan oleh Unimal menjadi berkah tersendiri bagi mahasiswa didalam mengikuti proses belajar online tersebut.

Sementara itu, dampak antipatif virus ini, bakal lahirnya ketaatan yang harus dijalankan apabila menghadapi masa-masa antipatif virus atau wabah pada masa depan. Misalnya, pada satu ruangan kelas yang diisikan oleh 30-50 mahasiswa per ruangan akan berubah menjadi 20 mahasiswa per ruangan. Kemudian tidak dibolehkan lagi duduk berdempetan, harus jaga jarak akan disediakan fasilitas pencuci tangan. Aktifitas baru lainnya akan muncul dan secara tidak sadar kita akan beradaptasi dengan kehadiran virus ini sampai dengan virus tersebut betul-betul hilang.

Wabah virus corona memberi gambaran baru bagi kita semua bahwa hidup sehat sangat penting dilakukan. Kebiasaan orang tua menyuruh setiap anaknya untuk mencuci kaki dan tangan sebelum tidur, kini menjadi praktek kita bersama didalam aktifitas keseharian.

Pembelajaran dari adanya virus ini menjadi nilai positif, mulai dari merawat kebersihan diri sendiri, lingkungan dan kepedulian terhadap sesama menjadi sebuah bentuk proses ketaatan kita kepada Allah SWT. (*)

 

SHARE