ACEH TIMUR — Petani padi di Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, terancam mengalami kerugian besar setelah serangan hama tikus merusak hampir seluruh areal persawahan warga. Tanaman padi yang telah berusia sekitar tiga bulan banyak dimakan tikus sehingga hasil panen diperkirakan anjlok, bahkan sebagian petani terancam gagal panen.
Serangan hama tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan pertanian masyarakat, di antaranya Matang Jroek, Neubok, Matang Iboih, Putoh, dan wilayah lainnya yang tersebar di Kecamatan Madat.
Warga Madat, M. Nur, mengatakan serangan tikus kali ini tergolong parah dan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Selama ini serangan hama tikus tidak pernah seperti ini. Sekarang hampir di semua areal pertanian warga tanaman padi banyak yang dimakan tikus,” kata M. Nur.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi petani karena tanaman yang telah dirawat selama sekitar tiga bulan kini mengalami kerusakan. Petani terancam kehilangan modal yang telah dikeluarkan untuk pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga biaya perawatan.
Petani berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera turun tangan untuk membantu mengendalikan serangan hama tikus yang semakin meluas.
Selain penanggulangan hama, petani juga meminta pemerintah memberikan bantuan benih dan pupuk agar lahan yang mengalami kerusakan dapat segera ditanami kembali.
Bantuan tersebut dinilai penting untuk meringankan beban petani yang mengalami kerugian akibat serangan hama dan menjaga keberlanjutan musim tanam berikutnya.(*)
Hama Tikus Gagalkan Panen, Petani Padi di Madat Aceh Timur Merugi
ACEH TIMUR — Petani padi di Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, terancam mengalami kerugian besar setelah serangan hama tikus merusak hampir seluruh areal persawahan warga. Tanaman padi yang telah berusia sekitar tiga bulan banyak dimakan tikus sehingga hasil panen diperkirakan anjlok, bahkan sebagian petani terancam gagal panen.
Serangan hama tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan pertanian masyarakat, di antaranya Matang Jroek, Neubok, Matang Iboih, Putoh, dan wilayah lainnya yang tersebar di Kecamatan Madat.
Warga Madat, M. Nur, mengatakan serangan tikus kali ini tergolong parah dan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Selama ini serangan hama tikus tidak pernah seperti ini. Sekarang hampir di semua areal pertanian warga tanaman padi banyak yang dimakan tikus,” kata M. Nur.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi petani karena tanaman yang telah dirawat selama sekitar tiga bulan kini mengalami kerusakan. Petani terancam kehilangan modal yang telah dikeluarkan untuk pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga biaya perawatan.
Petani berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur segera turun tangan untuk membantu mengendalikan serangan hama tikus yang semakin meluas.
Selain penanggulangan hama, petani juga meminta pemerintah memberikan bantuan benih dan pupuk agar lahan yang mengalami kerusakan dapat segera ditanami kembali.
Bantuan tersebut dinilai penting untuk meringankan beban petani yang mengalami kerugian akibat serangan hama dan menjaga keberlanjutan musim tanam berikutnya.(*)





