Mualem Surati Prabowo, Minta Revisi Skema Pengelolaan Migas South Andaman

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (kanan) bersama Presiden RI Prabowo Subianto (kiri). Foto: Humas Pemerintah Aceh.

BANDA ACEH — Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem telah menyampaikan surat kepada Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah meninjau kembali persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo, Wilayah Kerja South Andaman. Surat itu dikirim pada 25 Juni 2026 dan diterima Kementerian Sekretariat Negara lima hari kemudian.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan surat tersebut merupakan respons Pemerintah Aceh terhadap persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menetapkan pengolahan gas Lapangan Tangkulo dilakukan menggunakan fasilitas Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) di laut.

“Gubernur Mualem mengusulkan yang terbaik untuk negara ini, khususnya Aceh. Sekarang kita menunggu respons Pemerintah Pusat,” kata Nurlis di Banda Aceh, Senin, 6 Juli 2026.

Sebelum surat dikirim, Pemerintah Aceh lebih dulu mengkaji dokumen PoD I melalui rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun. Rapat itu melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pakar migas, dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil pembahasan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan surat kepada Presiden.

Menurut Nurlis, terdapat empat usulan utama yang disampaikan Gubernur Aceh. Pertama, meminta pemerintah meninjau kembali skema bagi hasil migas yang dalam PoD I menetapkan porsi pemerintah sebesar 4 persen untuk gas dan 6 persen untuk minyak.

Kedua, Pemerintah Aceh mengusulkan agar gas mentah diolah di darat melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dengan memanfaatkan infrastruktur eks PT Arun NGL. Menurutnya, skema itu dinilai sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan program Asta Cita Presiden Prabowo.

Ketiga, Mualem meminta Presiden mengarahkan Menteri ESDM untuk meninjau dan merevisi persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo. Keempat, Pemerintah Aceh mengusulkan adanya alokasi khusus minyak dan gas bumi bagi Aceh.

Nurlis mengatakan kawasan Andaman memiliki enam wilayah kerja migas, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.

Lapangan Tangkulo diproyeksikan menghasilkan sekitar 300 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, sekitar 160 MMSCFD telah memiliki komitmen penjualan kepada PLN melalui Gas Sale Agreement (GSA), sedangkan sisanya dinilai berpotensi menjadi pasokan bagi pengembangan industri hilir.

Selain gas, lapangan itu diperkirakan memproduksi sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Menurut Nurlis, komoditas tersebut dapat diolah menjadi nafta, kerosin, dan bensin sebagai bahan baku industri petrokimia.

“Kondensat akan menjadi penggerak lahirnya kilang. Dampak ekonomi yang lebih besar akan muncul ketika industri-industri hilir mulai berdiri dan beroperasi,” ujarnya.***

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait