Neymar meneteskan air mata di akhir permainanya bersama Brazil, Foto: AFP
LHOKSEUMAWE – Tidak ada akhir yang diimpikan untuk Neymar. Di Stadion New York/New Jersey, Senin 6, Juli 2026 dini hari WIB, Brasil harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar. Kekalahan itu sekaligus menjadi laga terakhir Neymar bersama tim nasional.
Pemain berusia 34 tahun itu baru dimainkan pada babak kedua. Pelatih Carlo Ancelotti memasukkannya pada menit ke-67 menggantikan Gabriel Martinelli ketika Brasil tertinggal. Neymar sempat membangkitkan harapan dengan mencetak gol balasan, tetapi dua gol Erling Haaland memastikan Selecao tersingkir lebih cepat.
Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, Neymar tak kuasa menahan air mata. Di tengah lapangan, ia menangis sebelum mengonfirmasi bahwa pertandingan melawan Norwegia menjadi penutup karier internasionalnya.
“Aku sudah berusaha, aku sudah berusaha. Sekarang semuanya sudah berakhir. Aku mulai di sini, aku selesaikan di sini,” ujar Neymar, seperti dikutip Barca News Network.
Keputusan itu menandai berakhirnya perjalanan lebih dari satu dekade Neymar bersama Brasil. Sejak menjalani debut pada 2010, ia menjadi wajah utama Selecao di berbagai turnamen besar dan mempersembahkan gelar Piala Konfederasi 2013 serta medali emas Olimpiade Rio 2016.
Namun, kisah Neymar bersama Brasil lebih sering diwarnai luka daripada pesta. Cedera patah tulang punggung pada perempat final Piala Dunia 2014 menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya. Setelah itu, berbagai upaya membawa Brasil kembali ke puncak dunia selalu kandas.
Mimpi terbesar yang tak pernah terwujud adalah mengangkat trofi Piala Dunia. Brasil terakhir kali menjadi juara pada 2002, dan Neymar gagal mengakhiri penantian panjang tersebut.
Gol yang dicetak ke gawang Norwegia menjadi gol terakhirnya dengan seragam kuning Brasil. Sebuah akhir yang pahit bagi pemain yang selama bertahun-tahun menjadi simbol harapan sepak bola Brasil, tetapi harus menutup perjalanannya tanpa trofi Piala Dunia.**



