Hasil Bumi Aceh Menopang Energi Hijau Dunia, 9.275 Ton Biomassa Berangkat ke Jepang Lewat Pelabuhan Krueng Geukueh

 

Zonamedia. Co|Aceh Utara – Permintaan pasar internasional terhadap energi ramah lingkungan kembali membuka peluang bagi komoditas unggulan Aceh. Sebanyak 9.275 metrik ton Palm Kernel Shell (PKS) bersertifikat Green Gold Label (GGL) diberangkatkan menuju Omaezaki Port, Jepang, melalui Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, menggunakan kapal MV SERENITY BLUE V.EAL 1, Minggu (22/07/2026).

Palm Kernel Shell (PKS) merupakan cangkang inti sawit yang kini memiliki nilai strategis sebagai bahan bakar biomassa untuk pembangkit energi terbarukan. Seiring meningkatnya komitmen berbagai negara dalam mengurangi emisi karbon, kebutuhan terhadap biomassa berkelanjutan terus mengalami pertumbuhan, termasuk dari Jepang yang menjadi salah satu pasar utama komoditas tersebut.

Pengiriman dilakukan oleh PT Kharisma Inti Mitra Indonesia dengan tujuan RENOVA, Inc., salah satu perusahaan yang bergerak di sektor energi terbarukan di Jepang. Sebelum proses pemuatan dimulai, kapal terlebih dahulu menjalani seluruh prosedur pelayanan kepelabuhanan, mulai dari pemeriksaan karantina, keimigrasian, kepabeanan, inspeksi ruang muat, hingga pelaksanaan Safety Meeting dan Draft Survey. Proses pemuatan dimulai pada 18 Juli 2026 dan berhasil diselesaikan pada 20 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan Final Draft Survey, perhitungan muatan, dan penyelesaian dokumen pelayaran. Kapal lepas sandar pada 21 Juli.

Keberhasilan pengapalan tersebut menambah catatan ekspor biomassa melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pelabuhan ini telah melayani ekspor 9.500 metrik ton, 11.000 metrik ton. Volume pengapalan pada Mei meningkat sekitar 15,79% dibanding ekspor Februari, sementara secara keseluruhan hingga Juli 2026 Pelabuhan Krueng Geukueh telah melayani tiga kali pengapalan dengan total volume mencapai 29.775 metrik ton Palm Kernel Shel* menuju Jepang.

Site Manager PT Kharisma Inti Mitra Indonesia, Anthony Kumala, mengatakan bahwa tingginya minat pasar internasional terhadap PKS asal Aceh tidak terlepas dari kualitas bahan baku yang dihasilkan daerah tersebut serta dukungan ekosistem logistik yang semakin kompetitif.

Aceh memiliki potensi yang sangat besar sebagai salah satu penghasil Palm Kernel Shell berkualitas di Indonesia. Produk yang dihasilkan mampu memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan pasar internasional, termasuk standar keberlanjutan yang menjadi perhatian utama industri energi dunia. Namun daya tarik berinvestasi dan berbisnis di Aceh bukan hanya terletak pada kualitas komoditasnya. Kemudahan koordinasi antar pemangku kepentingan, proses pelayanan yang semakin cepat, serta dukungan infrastruktur logistik di Pelabuhan Krueng Geukueh menjadi nilai tambah yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekspor, ujar Anthony.

Menurutnya, meningkatnya kepercayaan pembeli dari Jepang merupakan indikator bahwa komoditas biomassa asal Aceh mampu bersaing di pasar global dan berkontribusi dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

Keberhasilan pengiriman Palm Kernel Shell ke Jepang kembali menegaskan bahwa Aceh tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil komoditas perkebunan, tetapi juga mulai memainkan peran penting dalam rantai pasok energi hijau dunia. Dengan dukungan pelabuhan yang andal, kepastian pelayanan pemerintah, serta kolaborasi dunia usaha, Pelabuhan Krueng Geukueh terus memperkuat perannya sebagai gerbang perdagangan internasional yang berkontribusi terhadap penguatan ekonomi maritim Indonesia sekaligus menjaga posisi strategis Aceh dalam peta perdagangan global.

Kepala KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Azwar, menegaskan bahwa setiap aktivitas pelayaran internasional yang berlangsung di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh selalu dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi nasional maupun ketentuan pelayaran internasional.

KSOP bersama Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) memastikan seluruh proses pelayanan kapal internasional maupun domestik berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan terhadap keselamatan pelayaran, keamanan pelabuhan, pemeriksaan dokumen, serta koordinasi dengan instansi CIQP dilaksanakan secara terpadu agar setiap kapal dapat beroperasi secara aman, tertib, dan efisien. Komitmen ini merupakan bagian dari tugas negara dalam menjamin kelancaran arus logistik serta menjaga kepercayaan dunia internasional terhadap pelabuhan di Indonesia.

Sementara itu, Branch Manager Pelindo Multi Terminal Cabang Lhokseumawe, Aulia Rahman, menilai keberhasilan ekspor tersebut semakin memperkuat posisi Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai salah satu simpul logistik yang memiliki daya saing di kawasan barat Indonesia.

Pelabuhan Krueng Geukueh terus dikembangkan sebagai pelabuhan yang mengedepankan konektivitas, keandalan pelayanan, serta kemudahan bagi pengguna jasa. Kami didukung sumber daya manusia yang profesional, fasilitas operasional yang memadai, dan koordinasi yang solid bersama seluruh pemangku kepentingan. Kombinasi tersebut menciptakan iklim bisnis yang semakin kondusif sehingga memberikan kepastian pelayanan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar hingga ke tingkat internasional.

Ia menambahkan bahwa Pelindo akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan ekspor berbagai komoditas unggulan Aceh, baik dari sektor perkebunan, pertanian, industri, maupun komoditas strategis lainnya.

Secara geografis, Pelabuhan Krueng Geukueh berada pada jalur pelayaran internasional yang berdekatan dengan Selat Malaka, salah satu koridor perdagangan tersibuk di dunia. Posisi tersebut memberikan keuntungan strategis bagi Aceh Utara dalam memperluas akses pasar internasional sekaligus memperkuat konektivitas logistik kawasan.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait