Tak Hanya Soal Gizi Anak, Program MBG Dinilai Perkuat Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja

ACEH UTARA— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat pada berbagai sektor di daerah.

 

Salah seorang tokoh pemuda, Muntazar, mengatakan, pelaksanaan program MBG memberikan berbagai manfaat penting, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi masyarakat. Dari sisi kesehatan, program MBG memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak, sekaligus memberikan perhatian terhadap kebutuhan gizi kelompok rentan, termasuk ibu hamil.

 

“Pemenuhan asupan makanan bergizi secara rutin diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif,” kata Muntazar

 

Selain aspek kesehatan, Muntazar menilai program MBG juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap dunia pendidikan. Asupan makanan yang cukup dan bergizi dinilai dapat membantu meningkatkan konsentrasi siswa selama mengikuti proses belajar mengajar.

 

Program tersebut juga dinilai mampu meningkatkan motivasi dan angka partisipasi kehadiran siswa di sekolah. Dengan adanya makanan bergizi yang diterima secara rutin, siswa diharapkan lebih bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran setiap hari.

 

Di sisi lain, dampak ekonomi dari program MBG juga dinilai cukup besar. Menurut Muntazar, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk memenuhi dapur MBG dapat membuka pasar yang lebih luas bagi para petani, peternak, dan nelayan lokal.

 

Hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan masyarakat dapat diserap sebagai bahan baku kebutuhan dapur MBG. Kondisi ini sekaligus menciptakan kepastian pasar bagi para pelaku usaha di sektor pangan sehingga hasil produksi masyarakat tidak hanya bergantung pada pasar konvensional.

 

“Ini sudah terlihat jelas di wilayah yang sudah memiliki dapur, banyak manfaat yang sudah di rasakan masyarakat, baik dari penerima manfaat program MBG hingga warga sekitar,” ujarnya.

 

Program MBG tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja. Mulai dari proses pengolahan bahan makanan, penyediaan dan distribusi bahan baku, hingga tenaga pengelola dapur membutuhkan sumber daya manusia yang cukup besar.

 

Artinya, MBG berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru. Muntazar berharap pelaksanaan program MBG dapat terus diperkuat dengan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

 

“Semakin besar porsi bahan baku dan jasa yang berasal dari masyarakat sekitar, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan. Jadi manfaatnya tidak hanya dirasakan anak-anak penerima MBG, tetapi juga petani, nelayan, peternak, UMKM, pekerja, dan masyarakat secara luas,” tutup Muntazar

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait