| ACEH UTARA – Pascakebakaran yang menghanguskan sejumlah ruang belajar dan mengganggu aktivitas 165 siswa, SD Negeri 5 Kuta Makmur menggelar kegiatan gotong royong pemulihan sekolah bersama unsur Muspika dan masyarakat, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan gotong royong dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB di lingkungan sekolah, Jalan Keude Blang Ara–Simpang Kramat, Gampong Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
Gotong royong ini digagas oleh Kepala SD Negeri 5 Kuta Makmur bersama unsur Muspika Kuta Makmur. Sekitar seratus orang yang terdiri atas Kapolsek Kuta Makmur, Danramil Kuta Makmur, aparat kecamatan, wali murid, guru, relawan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), serta pengawas sekolah terlibat dalam kegiatan tersebut.
Pemulihan sekolah dinilai mendesak karena kebakaran menyebabkan berkurangnya ruang belajar dan berpotensi mengganggu proses pembelajaran 165 siswa. Selain itu, sisa material terbakar dan puing bangunan dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan guru apabila tidak segera dibersihkan, sementara kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan di tengah semester genap tahun ajaran.
Kepala SD Negeri 5 Kuta Makmur, M. Yusuf, S.Pd., mengatakan kegiatan ini bertujuan membersihkan dan menata kembali lingkungan sekolah agar tetap bersih, aman, dan nyaman digunakan sebagai tempat belajar.
“Gotong royong ini kami lakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi sekolah pascakebakaran. Kami berharap lingkungan sekolah segera kembali layak sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan normal,” ujar Yusuf.
Sebagaimana diketahui, kebakaran hebat melanda SD Negeri 5 Kuta Makmur pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya tiga ruang kelas, kantor guru, ruang kepala sekolah, dan ruang perpustakaan ludes terbakar. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp650 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Dalam kegiatan gotong royong, para peserta membersihkan puing bangunan, mengangkut sisa material terbakar, membersihkan debu di ruang kelas, merapikan halaman sekolah, serta membersihkan selokan dan fasilitas umum.
Prioritas pembersihan difokuskan pada ruang-ruang kelas yang terdampak, ruang guru, toilet, gudang sekolah, serta area sekitar bangunan yang terkena dampak kebakaran. Setelah waktu zuhur, Koramil Kuta Makmur turut mendirikan tenda di lingkungan sekolah sebagai dukungan logistik.
Danramil Kuta Makmur, Lettu Inf Sofyan, menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam pemulihan sarana pendidikan.
“Sekolah adalah aset masa depan. Pemulihan ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak agar anak-anak segera bisa belajar dengan aman,” ujarnya.
Kapolsek Kuta Makmur, AKP Agus Sadek, mengatakan keterlibatan aparat merupakan bentuk dukungan negara terhadap keberlangsungan pendidikan.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan mendorong percepatan pemulihan. Pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana,” katanya.
Sementara itu, salah seorang wali murid, Nurhayati (38), mengaku bersyukur atas terselenggaranya gotong royong tersebut.
“Kami sebagai orang tua merasa terbantu. Semoga sekolah cepat pulih dan anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Pihak sekolah merencanakan kegiatan lanjutan pada Senin (26/1/2026) berupa pembersihan terakhir dan rehabilitasi awal fasilitas sekolah melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah.
Sekolah menargetkan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal pada awal Februari 2026 setelah proses pembersihan dan perbaikan awal selesai. (EQ)





