LDF Al-Fawaz FISIP Universitas Malikussaleh Training Leadership Progresif Religius

LHOKSEUMAWE – Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al-Fawaz Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh menggelar Muslim Leadership Training (MLT) I bertema Next Gen Muslim Leader pada 25–26 Juli 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kapasitas kepemimpinan sekaligus berlandaskan nilai-nilai Islam.

Pelatihan berlangsung di Musala Al-Kautsar, Kampus Bukit Indah Universitas Malikussaleh. Acara dibuka Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unimal, Dr. Taufik Abdullah, S.Ag., M.A., serta diikuti pengurus LDF Al-Fawaz, kader dakwah, dan peserta pelatihan.

Ketua Panitia MLT I, Arini, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan mahasiswa dengan karakter kepemimpinan yang kuat.

“Harapannya, Muslim Leadership Training benar-benar menjadi proses pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” kata Arini.

Ketua Umum LDF Al-Fawaz menilai pelatihan ini merupakan tahapan penting dalam proses kaderisasi organisasi. Menurut dia, kader dakwah tidak hanya dituntut memahami ajaran Islam, tetapi juga memiliki tanggung jawab kepemimpinan dan kesiapan melanjutkan regenerasi organisasi.

Dalam sambutannya, Taufik Abdullah menyebut mahasiswa perlu memiliki fondasi moral, spiritual, dan kepemimpinan yang kuat di samping prestasi akademik. Ia memperkenalkan lima prinsip pengembangan diri, yakni To Think, To Imagine, To Dream, To Plan, dan To Action.

Menurut Taufik, prinsip tersebut harus diterapkan mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun organisasi. Mahasiswa dituntut mampu menyusun rencana masa depan sekaligus berani mewujudkannya melalui pengalaman berorganisasi, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kapasitas diri.

Ia juga menekankan pentingnya kader dakwah memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial serta kemampuan berpikir kritis. Menurut dia, organisasi kemahasiswaan perlu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“LDF Al-Fawaz diharapkan mampu menciptakan atmosfer kampus yang akademis, religius, inklusif, dan produktif,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti empat sesi materi, focus group discussion (FGD), diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, serta berbagai aktivitas pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni dr. Muhammad Husni Fansury Nasution, M.Si., Muhammad Teguh Lutfi, Prof. Dr. Safrilsyah, S.Ag., M.Si., dan Ibnushina Hidayat, S.T.

Dekan FISIP Universitas Malikussaleh, Teuku Zulkarnaen, S.E., M.M., Ph.D., mengatakan kegiatan penguatan kepemimpinan mahasiswa menjadi bagian dari upaya fakultas membangun generasi pemimpin yang berintegritas, visioner, dan memiliki kepedulian sosial.

Menurut dia, seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan FISIP didorong menghadirkan program pembinaan yang memperkuat karakter, intelektualitas, spiritualitas, dan kepemimpinan mahasiswa.

“Melalui Muslim Leadership Training ini diharapkan lahir mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam berkarya, mengabdi, dan memimpin di tengah masyarakat,” kata Zulkarnaen.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait