Unimal dan BNN Aceh Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Cegah Peredaran Narkotika di Aceh

Oplus_131072

 

Lhokseumawe – Universitas Malikussaleh (Unimal) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Wawasan Kebangsaan sebagai Strategi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Aceh”.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (20/5/2026) di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Kampus Bukit Indah Lhokseumawe tersebut menghadirkan Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Dedy Tabrani sebagai narasumber utama.

FGD itu turut dihadiri Rektor Universitas Malikussaleh Prof. Herman Fithra, Asean Eng., Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Prof. Danial, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, Kepala BNN Kota Lhokseumawe AKBP Werdha Susetyo, unsur Forkopimda, organisasi mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Unimal Prof. Herman Fithra menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat pentingnya memperkuat persatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman narkotika yang semakin kompleks.

Menurutnya, persoalan narkoba tidak hanya menjadi masalah hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda sehingga membutuhkan pendekatan pendidikan, penguatan karakter, dan kolaborasi lintas sektor.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional mengajarkan kita untuk meninggalkan sekat-sekat perbedaan dan memperkuat rasa persatuan. Ancaman narkoba hari ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilawan melalui pendidikan, penguatan karakter, dan kerja sama semua pihak,” ujar Herman.

Sementara itu, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dedy Tabrani mengungkapkan bahwa modus peredaran narkotika saat ini terus berkembang dengan memanfaatkan berbagai teknologi dan jalur baru yang semakin sulit dideteksi.

“Peredaran narkotika kini tidak lagi dilakukan secara konvensional. Jaringan memanfaatkan jalur laut Indonesia-Malaysia-Thailand, transaksi melalui marketplace, hingga penggunaan mata uang digital untuk menghindari pelacakan,” kata Dedy.

Dalam upaya pencegahan, BNNP Aceh terus menjalankan berbagai program seperti Gampong Bersinar, ANANDA Bersinar, Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN), serta layanan rehabilitasi berbasis komunitas.

Dedy menegaskan bahwa keluarga, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah harus menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda Aceh dari ancaman narkotika.

“Pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua pihak harus bersatu menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Sementara itu, wakil Rektor III Dr. Alfian, S.H.I., M.A, pada kesempatan itu secara terpisah disela-sela acara mengatakan, bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi tanggung jawab bersama dan bahu membahu dalam upaya mencegahnya agar tidak merusak generasi muda. Oleh karena itu pihaknya sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan terhadap pencegahan bahaya narkoba ini, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Universitas Malikussaleh dan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dengan BNN Provinsi Aceh sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat edukasi, pencegahan, dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus dan masyarakat.(*)

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait