Menembus Batas, Menguatkan Identitas: Prodi Ilmu Komunikasi Unimal Raih Akreditasi Unggul

oppo_2

Lhokseumawe — Pagi itu, Selasa (5/5/2026), kabar menggembirakan menyelimuti lingkungan Universitas Malikussaleh. Program Studi Ilmu Komunikasi di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) resmi menyandang status akreditasi Unggul dari LAMSPAK. Nilai 269,00 yang diraih bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari perjalanan panjang, kerja kolektif, dan komitmen menjaga mutu pendidikan.

Di balik capaian tersebut, ada dinamika yang tidak selalu terlihat di permukaan. Ruang-ruang diskusi yang tak pernah sepi, revisi dokumen yang berulang, hingga koordinasi lintas elemen menjadi bagian dari proses panjang menuju pengakuan ini. Bagi Koordinator Prodi, Awaluddin Arifin, capaian ini adalah buah dari kebersamaan.

“Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Semua pihak terlibat, dari dosen hingga alumni. Ini adalah kemenangan bersama,” ujarnya dengan nada syukur.

Namun, lebih dari sekadar pencapaian administratif, status unggul membuka pintu yang lebih luas. Ia menjadi tiket untuk memasuki arena kompetisi global, ruang di mana kualitas lulusan diuji tidak hanya oleh standar nasional, tetapi juga internasional. Dalam konteks ini, Prodi Ilmu Komunikasi Unimal mulai menata langkah  dan memperluas jejaring, mendorong pertukaran mahasiswa, dan memperkuat kurikulum berbasis global.

Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi dan Politik, Subhani, melihat momen ini sebagai titik tolak. Bukan akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar. “Kita ingin lulusan kita tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di panggung global,” katanya.

Nada serupa datang dari Dekan FISIP, Teuku Zulkarnaen, yang mengingatkan agar capaian ini tidak berhenti pada euforia. Baginya, akreditasi unggul adalah amanah yang harus dijaga. “Ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, bukan sekadar dirayakan,” tegasnya.

Dalam perjalanan menuju akreditasi tersebut, proses asesmen lapangan yang berlangsung pada 1–3 April 2026 menjadi fase krusial. Tim asesor dari berbagai perguruan tinggi melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari dokumen akademik hingga interaksi langsung dengan mahasiswa dan alumni. Semua diperiksa, semua diuji.

Di tengah dinamika itu, Dr. Kamaruddin pakar komunikasi damai Universitas Malikussaleh, turut memberikan suara dalam perspektif yang lebih reflektif yang menilai bahwa capaian ini harus dibaca sebagai bagian dari transformasi yang lebih besar dalam pendidikan tinggi.

“Akreditasi unggul bukan hanya soal kualitas administratif, tetapi tentang bagaimana sebuah program studi mampu membangun ekosistem komunikasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Tantangan ke depan adalah menjaga relevansi, bagaimana ilmu komunikasi tidak hanya diajarkan, tetapi juga dihidupkan dalam praktik sosial dan budaya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara teori dan praktik, terutama di era digital yang terus berkembang. Menurutnya, lulusan komunikasi dituntut tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.

Kini, dengan status unggul yang telah diraih, Prodi Ilmu Komunikasi Unimal berdiri di persimpangan antara pencapaian dan tanggung jawab. Di satu sisi, ada kebanggaan yang layak dirayakan. Di sisi lain, ada harapan besar yang harus diwujudkan.

Seperti gerimis yang perlahan menyuburkan tanah, capaian ini mungkin datang tanpa gemuruh. Namun dampaknya, jika dirawat dengan konsisten, akan tumbuh menjadi fondasi kuat bagi generasi komunikasi masa depan, yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu membaca dan membentuk arah zaman.(Muchlis)

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait