Merah Putih dan Wajah-Wajah Muda di RTH Cot Gapu Bireuen

BIREUEN — Pagi 17 Agustus 2026, warna merah putih memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Bireuen. Di tengah suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, putra-putri muda berdiri tegak membawa tugas yang hanya berlangsung beberapa menit, tetapi dipersiapkan jauh sebelumnya.

Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 08.30 WIB ketika upacara dimulai. Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. bertindak sebagai inspektur upacara. Di hadapan peserta, tamu undangan dan masyarakat yang hadir, prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung khidmat.

Di antara barisan Paskibraka, perhatian tertuju kepada empat pelajar yang mendapat tugas dalam prosesi pengibaran bendera.

Saskya Syaliandria dari SMA Negeri 1 Bireuen dipercaya membawa baki. Rekannya, Rafif Putra Alhaska, juga dari SMA Negeri 1 Bireuen, bertugas sebagai pengibar bendera.

Muhammad Sultan Alrifqi dari SMA Sukma Bangsa Bireuen mendapat tugas sebagai pengerek bendera. Sementara Raka Bimantara dari MAN 4 Bireuen menjalankan tugas sebagai Danpas Kelompok 8.

Mereka bukan sekadar bagian dari sebuah seremoni tahunan. Di balik beberapa langkah menuju tiang bendera, terdapat latihan, kedisiplinan dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan presisi.

Prosesi itu menjadi salah satu bagian paling diperhatikan dalam upacara kemerdekaan. Ketika bendera merah putih perlahan naik, barisan peserta upacara berdiri dalam sikap sempurna.

Di lapangan, sebanyak 30 peleton kesatuan upacara ikut mengambil bagian. Setiap peleton beranggotakan 22 personel. Mereka datang dari berbagai unsur yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kabupaten Bireuen.

Dari unsur TNI, terdapat personel Kodim 0111/Bireuen dan Yonif RK 113/JS. Polres Bireuen mewakili unsur kepolisian. Barisan lainnya diisi Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polisi Kehutanan, ASN Pemerintah Kabupaten Bireuen, ASN Kementerian Agama, BNNK, KPP Pratama, Bank Aceh dan PGRI.

Organisasi kepemudaan seperti Pramuka turut berada dalam barisan.

Tidak hanya aparat dan pegawai pemerintahan. Pelajar serta kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan juga hadir. Mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga MAN dan MTs.

Pemandangan itu membuat upacara kemerdekaan di RTH Cot Gapu bukan hanya menjadi pertemuan para pejabat dan aparat. Ia menjadi ruang tempat berbagai lapisan masyarakat Bireuen bertemu dalam satu seremoni.

Dari tribun utama, sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi, tokoh masyarakat dan tokoh adat mengikuti jalannya upacara.

Wakil Bupati Bireuen, Ketua DPRK Bireuen, Dandim 0111/Bireuen, Kapolres Bireuen dan sejumlah pejabat lainnya turut menyaksikan jalannya prosesi.

Namun, setelah bendera mencapai puncak tiang dan penghormatan selesai diberikan, perhatian kembali kepada para pelajar yang berdiri di lapangan.

Bagi mereka, tugas itu mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit. Tetapi bagi sebuah daerah, keberadaan Paskibraka setiap 17 Agustus menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan selalu memiliki wajah baru.

Tahun ini, wajah itu datang dari sekolah-sekolah di Bireuen.

Mereka berdiri di bawah Merah Putih, membawa nama sekolah dan daerah, sekaligus menjalankan tugas yang telah dipercayakan kepada mereka.

Upacara telah selesai. Barisan kemudian dibubarkan. Namun, bagi para pelajar yang menjadi bagian dari Paskibraka, pagi di RTH Cot Gapu itu menjadi salah satu catatan yang akan mereka bawa pulang dari peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait